Galiat Seni Menganyam Warga Meranti Kembali Dibangkitkan

Selasa, 30 April 2019. Waktu baca 1 menit 47 detik.
image
Galiat Seni Menganyam Warga Meranti Kembali Dibangkitkan

Selatpanjang - Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Said Asmaruddin buka pelatihan kerajinan anyaman se-Kepulauan Meranti Tahun 2019.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kepulauan Meranti tersebut bertempat di Aula AKA Hotel, Jalan Terubuk, Kota Selatpanjang. Pelatihan menganyam tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali geliat seni menganyam di Kepulauan Meranti yang akhir-akhir ini mulai pudar.

"Seni menganyam merupakan kerajinan nenek moyang terdahulu. Kita mengapresiasi langkah Disparpora. Lewat pelatihan ini akan kembali membangkitkan geliat seni menganyam, yang sempat tergerus oleh perkembangan zaman," kata Asisten II, Senin malam, (30/04/2019).

Untuk memperoleh hasil maksimal, Said Asmaruddin juga berharap seluruh peserta yang terlibat, serius mengikuti pelatihan. Ilmu dan teknik menganyam yang diberikan oleh instruktur hendaknya di pahami sehingga bisa diaplikasikan nantinya.

"Kita harapkan peserta yang mendapat pelatihan, mengikuti seluruh rangkaian dengan baik, sehingga bisa mempraktikkan ilmu yang telah ia dapatkan nantinya," ujar Said lagi.

Dalam pelatihan menganyam kali ini, sebanyak 27 peserta dari 9 kecamatan dilibatkan. Ada 3 perwakilan peserta di setiap kecamatan yang diutus. Tujuannya tak lain, untuk membangun kreatifitas, terutama mempertahankan seni menganyam di tengah-tengah masyarakat.

"Kita berharap lewat pelatihan menganyam ini, kualitas para pengrajin anyaman di Meranti bisa ikut meningkat," ujar Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (e-kraft) Aziz Efendi.

Sisi lain, pengembangan potensi kearifan lokal menjadi fokus dan Kerja nyata Disparpora dalam mendorong kemandirian masyarakat.

"Kita harapkan dengan memaksimal potensi kearifan lokal di setiap daerah, masyarakat bisa terdorong untuk berkreasi serta akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan taraf ekonomi keluarga," terangnya Aziz lagi.

Kepala Disparpora Meranti, Rizki Hidayat berharap, seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan dengan baik. Tak hanya sebatas menganyam, peserta juga di harapkan mampu mengembangkan kreatifitas diri.

"Meski berbahan dasar daun pandan, jika di buat dengan kreatifitas tinggi, tentu akan menghasilkan karya seni anyaman yang memiliki nilai jual yang tinggi pula," sebut Rizki Hidayat.

Lewat pelatihan tersebut, seluruh peserta bebas berkreatifitas, menghasilkan karya anyaman daun pandan dengan berbagai kreasi. Namun demikian, Ilmu yang didapat dari instruktur, tak hanya dipraktikkan saat pelatihan, namun bisa diaplikasikan dengan mulai berkreasi sepulang dari pelatihan nantinya.

"Kita berharap, ilmu yang didapat mampu di aplikasikan serta bisa ditularkan ke warga lainnya, sehingga seni anyaman daun pandan bisa semakin menggeliat di Meranti," pungkas Rizki Hidayat. (MC Meranti/Humas/Na).

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti