Evaluasi Kilang Sagu dan Arang Terus Dilakukan
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 56 detik.
Evaluasi Kilang Sagu dan Arang Terus Dilakukan
MERANTI--Upaya jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terhadap pengusaha kilang sagu dan panglong arang, akhirnya membuahkan hasil. Bahkan, saat ini kedua jenis industri itu telah pula berkontribusi pada daerah dengan membayar pajaknya sesuai ketentuan berlaku.
Kepala Bidang Pajak Bumi Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PBB dan BPHTP) Eri Yoserizal SE, didampingi Kasi Pengolahan Data dan Informasi Dodi Kurniawan SE, yang ditemui belum lama ini mengatakan, pengukuran ulang luas lahan dan bangunan kilang sagu dan panglong arang sebagai objek PBB-P2 telah dilakukan. Dan, kerja itu bahkan berlangsung sejak tahun lalu.
Berdasarkan data yang ada setidaknya jumlah kilang sagu yang sudah dilakukan pengukuran ulang sebanyak 51 unit. Dari jumlah itu, maka PBB yang berhasil didapatkan sebesar Rp 93 juta lebih. Sementara jumlah panglong arang yang sudah didata ulang sebanyak 65 unit dengan hasil PBB sebesar Rp 20 juta per tahun.
Walaupun belum bisa mengukur seluruhnya, paling tidak Pemkab Meranti sudah berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan, pihaknya terus berupaya agar bisa mendatangi serta mengevaluasi semuanya.
“Masih banyak yang belum sempat kita datangi. Mudah-mudahan secepatnya penguruan bisa dilakukan terhadap semuanya", kata Kabid PBB dan BPHTB itu.
Eri juga mengakui bahwa tidak sedikit anggaran yang harus dikeluarkan untuk proses pengukuran ulang ini. Pasalnya, seluruh kilang sagu dan panglong arang berada di pinggir laut dan sungai.
“Lokasi kilangnya sangat jauh. Bahkan, sebagian besar kilang baru bisa ditempuh jika menggunakan speedboad (kapal cepat). Makanya membutuhkan biaya yang besar,” katanya.
Tetapi hal itu tak masalah baginya. Sebab, PBB yang bisa didapatkan setelah dievaluasi akan jauh lebih besar nilainya jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sebelumnya tidak besar nilai PBB-P2 dari panglong arang dan kilang sagu ini. Ternyata setelah dievaluasi jauh lebih besar,” akunya.
Kabid PBB dan BPHTB ini menambahkan pihaknya akan terus berusaha menggali seluruh potensi PBB dan BPHTB yang ada di Kepulauan Meranti. Dengan cara itu, maka target yang telah ditetapkan setiap tahunnya bisa tercapai.
Salah satu anggota DPRD Kepulauan Meranti, Pauzi Yusa SE menilai jika Pemkab serius, pasti akan mendatangkan hasil. Seperti yang dilakukan Bidang PBB dan BPHTB.
“Seluruh potensi memang harus terus digali. Terutama potensi yang akan mendatangkan PAD,” katanya.
Politisi Golkar itu mengatakan masih banyak potensi yang bisa digali di Meranti. “Tinggal bagaimana mereka serius dan komitmen untuk manjalankannya,” ucapnya.(Humas/018)
Kategori
Topik
Bagikan