Dinkes Meranti Waspadai Virus Cacar Monyet

Selasa, 14 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 20 detik.
image
Dinkes Meranti Waspadai Virus Cacar Monyet

MERANTI - Kabar tentang Cacar Monyet atau virus monkeypox yang menyerang warga negara Nigeria di Singapura baru-baru ini, mulai beredar di tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Menanggapi terkait beredarnya kasus cacar monyet atau monkeypox tersebut, Kepada Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, dr Ria, melalui Sekretaris Asrul Meldi, mengaku sudah melakukan langkah awal pencegahan dengan berkoordinasi bersama pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan  (KKP) untuk mengawasi pintu masuk pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang.

Walaupun sejauh ini belum ada instruksi secara resmi dari Kementerian Kesehatan dan Dinkes Riau soal kasus Monkeypox tersebut. Namun, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap orang yang datang ke daerah ini.

"Belum ada informasi adanya kasus Monkeypox di Riau, namun kita tetap waspada. Pengawasan dilakukan pelabuhan dengan kerjasama dari KKP," ungkap Asrul.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kepulauan Meranti, Muhamad Fahri SKM, menyebutkan bahwa wewenang untuk pengecekan di pelabuhan merupakan tugas pihak KKP.

"Kita sudah berkoordinasi dengan KKP kemarin. Jadi, mereka yang mengawal di pintu masuk pelabuhan," sebutnya.

Kata Fahri, KKP melakukan screening suhu tubuh bagi penumpang yang turun di pelabuhan Tanjung Harapan. Terlebih yang berangkat dari Batam.

Jika terdeteksi suhu tubuh diatas 38 derajat celsius, jelasnya, maka yang bersangkutan dilakukan interogasi dan pengecekan identitas dan lain sebagainya.

"Jika ada indikasi terinfeksi virus Monkeypox, akan langsung kita pulangkan ke tempat asalnya," beber Fahri.

Selain itu, dalam pelaksanaan pengawasan dan pengecekan, KKP juga berkoordinas dengan seluruh kapten kapal penumpang yang ada di wilayah Meranti.

Cacar Monyet atau Monkeypox merupakan virus langka dan belum ditemukan di Indonesia. Penyakit tersebut kini telah menghebohkan warga Singapura. Dikabarkan seorang korban meninggal setelah terserang virus tersebut.(Humas/015)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti