Capaian Bidang Pendidikan Tahun 2018 Sudah Bagus
Minggu, 12 Mei 2019. Waktu baca 2 menit 9 detik.
Capaian Bidang Pendidikan Tahun 2018 Sudah Bagus
MERANTI – Pada tahun 2018 lalu, total anggaran belanja langsung untuk urusan wajib pelayanan dasar Bidang Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provnsi Riau adalah sebesar Rp 53,999,002,580. Sementara realisasi anggaran mencapai Rp 53,119,601,943 atau sebesar 98,52 persen.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan pencapaian tersebut sudah sangat baik. Namun ia berjanji akan mendorong OPD terkait agar bisa lebih meningkatkannya. Jika perlu bisa teraliasi hingga 100 persen.
“Mudah-mudahan realisasi pada tahun ini (2019) nantinya bisa lebih baik,” ungkapnya.
Dari anggaran yang dibelanjakan, Wabup merincikan capaian pelaksanaan program kegiatan, urusan pendidikan pada tahun 2018, itu diantaranya berhasil meraih enam medali (emas 2 medali, perak 2 medali, dan perunggu 2 medali) pada olimpiade 2 Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP Cabang 2 Pencak Silat, Karate dan Atletik, pembangunan ruang kelas baru di 7 sekolah untuk pendidikan Anak usia Dini (PAUD) di 4 RA, PAUD, TK dan 3 SD, rehabilitasi sedang dan berat sarana dan prasarana pendidikan dasar pada 25 sekolah (16 SD/MI dan 9 SMP/MTs).
“Selain itu, dilakukan pembangunan MCK dan pagar sekolah pada 2 PAUD, 6 SD dan 1 SMP, pengadaan buku koleksi pada 9 Sekolah Dasar (SD), pembangunan rumah dinas guru di 12 sekolah (2 SD, dan 10 SMP), dan pembangunan fasilitas labor 1 unit dan perpustakaan 10 unit,” rinci Said saat laporan LKPJ dihadapan DPRD belum lama ini.
Sedangkan pencapaian Indikator kinerja, seperti Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang pendidikan SD, dan SMP mengalami peningkatan menjadi 100 dan 88,68 pada tahun 2017. Sedangkan jenjang SMA mengalami penurunan menjadi 73,23.
Ini mengindikasikan terjadi sedikit penurunan penduduk usia SMA yang bersekolah, angka Harapan Lama Sekolah (HLS) menunjukkan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dinikmat oleh seorang anak. HLS Kepulauan Meranti tahun 2017 adalah 12,77 Tahun. Artinya, secara rata-rata anak usia 7 tahun yang masuk jenjang pendidikan formal pada tahun 2017 memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,77 tahun, atau setara dengan diploma 1.
Rata-rata lama sekolah penduduk di Kepulauan Meranti adalah 7,47 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata penduduk kepulauan Meranti usia 25 tahun keatas hanya menempuh pendidikan selama 7,47 tahun atau hampir menamatkan kelas 2 SLTP. Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk tingkat SD/MI Paket A sebesar 94,36 persen. Dimana jumlah penduduk umur 7-12 tahun sebanyak 22.259 jiwa.
“Dan yang bersekolah sebanyak 21,003 jiwa. Sedangkan tingkat SMP/MTs dan Paket B, APS sebesar 74,05 persen. Dilihat dari jumlah penduduk umur 13-15 tahun sebanyak 12,275 jiwa dengan siswa yang bersekolah sebanyak 9,090 jiwa,” tambahnya.
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Fauzi SE menyebutkan bahwa realiasi bidang Pendidikan pada tahun 2018 lalu cukup membanggakan. Namun bukan berarti tidak ada koreksi. Menurutnya beberapa hal perlu diperbaiki. Terutama soal pemerataan guru.
“Realisasi tahun lalu suda baik. Kita berikan apresiasi. Tapi, kita minta sejumlah persoalan yang masih dihadapi bisa diselesaikan. Salah satunya masih minimnya ketersediaan guru di sekolah terpencil,” ucapnya. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan