Camat Diminta Inventarisir Kerugikan Karhutla
Sabtu, 9 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 4 detik.
Camat Diminta Inventarisir Kerugikan Karhutla
MERANTI –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti meminta kepada seluruh Camat agar dapat menginventarisir seluruh masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sehingga dapat dicarkan solusi untuk membantu mereka.
Kabag Humas dan Protokol Heri Saputra mengaku bahwa Pemkab Meranti akan memberikan bantuan kepada warga yang lahan perkebunannya terkana dampak Karhutla.
"Untuk lahan perkebunan masyarakat sejauh ini, seluruh Camat sudah diinstruksikan agar menginventarisir berapa kebun masyarakat yang kena, kemudian berapa hutan yang kena," ungkapnya, Jumat, (8/3/2019).
Walaupun belum diketahui pasti berapa jumlah lahan yang terbakar, Heri mengatakan bahwa setelah diinventarisir jumlah pastinya, Pemkab Meranti akan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk bibit untuk ditanam kembali oleh mereka yang lahan kebunnya terbakar. "Kalau anggaran, kita akan mengalokasikan dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk lahan perkebunan masyarakat dalam bentuk bibit, maupun racun," ujarnya.
Dikatakannya untuk mendata pihaknya akan melakukan Rakor bersama seluruh Camat dan Kepala Desa untuk mengetahui secara jelas seluruh kerugian lahan yang ditanggung oleh masyarakat untuk kemudian diberikan bantuan. "Nanti kita akan Rakor, baik untuk bantuannya maupun pencegahan. Tapi tetap saat ini kita fokus untuk penanggulangan terlebih dahulu," pungkasnya.
Sejauh ini, Pemkab Meranti sudah cukup proaktif terhadap mendeteksi kebakaran yang terjadi. "Sudah ada beberapa titik dan wilayah di Meranti sudah terbakar. Dan, Alhamdulillah sudah diambil tindakan represif oleh BPBD," ujarnya.
Melalui peninjauan di Desa Sokop dan Tebun, api sudah berhasil dijinakkan oleh tim gabungan yang bekerja. "Saat ini api sudah berhasil diatasi. Hanya tinggal bekas-bekas lahan yang terbakar dengan bunga-bunga api yang mengeluarkan asap kecil," tuturnya.
Heri menambahkan ada 4 Kecamatan Meranti yang terdampak terhadap kebakaran. "Pertama di Kecamatan Rangsang, Rangsang Pesisir, Tebingtinggi Timur, dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat," ujarnya.
Salah satu korban Karhutla, Andik Baso (55) warga Desa Tebun, Dusun Mereng, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau. Akibat Karhutla yang terjadi, puluhan hektar kebun Sagu miliknya di Desa tersebut hangus terbakar.
Saat bertemu dengan Andik beberapa waktu yang lalu, dirinya mengaku bahwa lahan miliknya sudah dua kali terbakar dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. "Ini sudah terjadi dua kali, saya tidak tahu lagi mau mengadu kemana," ungkapnya
Pantauan di lapangan ketika itu seluruh lahannya di sekitar rumahnya sudah hangus terbakar. "Ini tinggal rumah saya saja lagi yang belum terbakar," katanya.
Bahkan lahan sagu terbakar miliknya tidak akan bisa pulih dalam waktu yang lama. "Itu kalau sudah terbakar, 5 sampai 6 tahun lagi batu bisa pulih," tambahnya.
Dirinya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan terhadap musibah yang dialaminya tersebut. (humas/019)
Kategori
Topik
Bagikan