Bupati Irwan Minta BUMDes Bokor Kelola Potensi SDA
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 2 menit 3 detik.
Bupati Irwan Minta BUMDes Bokor Kelola Potensi SDA
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan mengingatkan agar pengelolaan BUMDes di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat jangan hanya bergerak dibidang simpan pinjam saja. Tapi, hendaknya melirik kepada potensi sumber daya alam (SDA).
"Kedepan harus dapat harus dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi SDA di wilayah masing-masing," kata Bupati.
Menurut dia, BUMDes harusnya mampu berevolusi dari unit usaha yang bersifat tradisional dan monoton. Jika perlu lirik potensi ekspor yang pastinya akan memberikan multiplayer efek bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
"Jadi jangan hanya fokus pada simpan pinjam, BUMDes harus mampu berevolusi dengan melirik sektor-sektor potensi lainnya," harapnya.
Padahal, sambung Bupati, potensi di Desa Bokor sangat melimpah. Beberapa komoditi seperti karet, sagu, dan kelapa belum tersentuh dengan maksimal pengelolaannya. Akibatnya harga komoditi tersebut dengan mudah dimainkan oleh para pengusaha yang membeli dengan harga murah.
Apalagi saat ini pasaran harga kelapa per butir hanya berkisar Rp 1000 rupiah. Padahal didaerah lainya bisa mencapai Rp 2500 rupiah, bahkan hal yang sama juga terjadi pada karet.
Oleh karena itu, dalam upaya mengatasinya, Bupati meminta aparatur desa agar BUMDes di Desa Bokor dapat mengambil peran dalam menjaga konsistensi harga komoditi pertanian.
"Bumdes dapat membentuk koperasi yang dapat menampung hasil pertanian berkualitas baik dari para petani. Sehingga hasil pertanian yang dilempar ke pasaran memang berkualitas dan mampu menumbuhkan kepercayaan pasar terhadap produk pertanian Meranti, dan kedepan akan berdampak pada tingginya harga jual," ungkap Bupati.
Sementara Kepala Desa Bokor, Aminullah mengatakan, gedung BUMDes Mandiri menjadi sarana peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Bumdes yang dibangun dengan dana desa tahun 2018 merupakan salah satu upaya Pemerintah Desa dalam rangka mengembangkan pengelolaan dana simpan pinjam sebagai penopang modal usaha masyarakat," katanya
Kata dia, BUMDes ini akan mengelola dana simpan pinjam untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha. Diyakini akan berdampak pada terbukanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan begitu, ia akan berupaya dengan akan memanfaatkan fasilitas itu semaksimal mungkin untuk penyaluran dana simpan pinjam kepada masyarakat. Lain halnya seperti apa yang disebutkan Bupati, agar potensi sumber daya alam dapat dikelola, sehingga menjadi efek peningkatan ekonomi masyarakat.
"Selama ini Bumdes kurang dimanfaatkan, padahal Bumdes dapat membuka peluang yang sangat besar. Selain bergerak dibidang simpan pinjam, nantinya akan memanfaatkan potensi sumber daya alam. Dengan begitu tentunya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonominya," ujar Aminullah.
Sekedar informasi, kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mandiri diresmikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi didampingi Istrinya, Hj Nirwana Sari di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, beberapa waktu lalu.*
Kategori
Topik
Bagikan