BPBD Imbau Masyarakat Tak Membakar Lahan
Senin, 12 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 25 detik.
BPBD Imbau Masyarakat Tak Membakar Lahan
MERANTI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengimbau masyarakat agar tidak memilih cara membakar untuk membuka lahan pada musim kemarau. Hal ini guna membantu mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dengan tidak melakukan pembakaran, masyarakat telah meringankan tugas BPBD dalam mencegah karhutlah. Selain partisipasi masyarakat, BPBD juga berupaya meningkatkan pengawasan desa-desa yang rawan terjadi Karhutla.
"Untuk meningkatkan pencegahan terjadinya Karhutla, kami harap masyarakat dapat ikut serta mencegah terjadinya karhutla. Kami juga akan terus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi hal ini," ujar Kepala BPBD Kepulauan Meranti M Edy Afrizal, Kamis (08/08/2019).
Kasi Rehab BPBD Meranti, Logi Prastisa juga menghimbau, untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan saat masuk hutan. Mengingat saat ini kita memasuki musim kemarau.
Ia juga mengatakan, jika masyarakat melakukan pembakaran sampah, diharapkan untuk segera melakukan pemadaman api atau bara dari bekas pembakaran tersebut. Karena, kawasan hutan di kabupaten ini merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar.
"Kalau ada yang membakar sampah, tolong segera dipadamkan jika sudah selesai. Bagi perokok, juga diharapkan untuk tidak membuang puntung rokok kedalam kawasan lahan gambut,"pintanya.
Untuk mengantisipasi musim kemarau pada tahun ini, ia meminta semua pihak mewaspadai ancaman kebakaran di lahan gambut. Sebab, karhutla sering terjadi akibat kelalaian manusia.
"Tidak hanya kelalaian, sebagian juga akibat unsur kesengajaan menjadi penyebab karhutla. Oleh karena itu, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan gambut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran lahan dan hutan. Apalagi cuaca sangat kering saat ini," harapnya.
Logi berharap bencana kabut asap akibat karhutla pada tahun-tahun yang lalu tidak terulang lagi tahun ini. Karena menimbulkan kerugian tidak sedikit, dan asap sampai terkirim ke negara tetangga.
"Kalau (gambut) sudah terbakar, pemadaman sangat sulit. Bukan karena kita tidak mampu, tapi sangat sulit untuk memadamkannya," akunya. (humas/022)
Kategori
Topik
Bagikan