Liberika Meranti, Primadona di Malaysia Asing di Nusantara

Minggu, 7 April 2019. Waktu baca 1 menit 18 detik.
image
Liberika Meranti, Primadona di Malaysia Asing di Nusantara

MERANTI - Kopi liberika asal Kabupaten Kepulauan Meranti diklaim menjadi primadona di negeri jiran, Malaysia. Meski begitu, produk perkebunan asli daerah tersebut malah dinilai belum begitu dikenal di nusantara.

Manajer Operasional KBQ Baburrayyan Aceh, Moch. Chair yang merupakan praktisi sekaligus ahli produk kopi nusantara menjelaskan beberapa kendala yang masih dihadapi para petani kopi liberika di Meranti.

"Hanya terkenal di Malaysia, tidak di nusantara. Data saya, liberika Meranti ini sudah masuk pasar Malaysia sejak 1980," ujarnya belum lama ini saat ditunjuk Kementerian Koperasi dan UKM memberikan materi Vocational Kopi di Selatpanjang.

Menurutnya, liberoid meranti (Lim 1) sangat potensi untuk dikembangkan. Saat ini terdapat 1100 hektar lahan kopi di Pulau Rangsang.

"Pasarnya sangat terbuka luas. Kota besar terdekat di Batam. Saya lihat di sana perkembangan coffe shop lumayan berkembang. Dan ini potensi sebenarnya," kata Moch. Chair.

Lelaki yang kini memasok kopi ke Starbuck dan ekspor ke berbagai negara di Asia maupun Amerika tersebut menuturkan, minuman kopi sudah masuk gelombang ketiga. Dimana mengopi menjadi gaya hidup, merasakan kenikmatan dan untuk kesehatan.

"Makanya perlu mutu terbaik. Para petani tidak lagi bisa sembarangan dalam mengolah kopi, mulai dari biji hingga packing," sebutnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Riau, Mohamad Azza Faroni menyampaikan apresiasi kepada pihak kementerian yang telah memberikan materi vokasional kopi. Hal tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani di wilayahnya guna meningkatkan kualitas kopi terbaik, sehingga mampu menembus pasar luas dalam dan luar negeri.

"Kita sudah ada rencana untuk menempatkan semacam stand khusus di beberapa kota, seperti bandara dan pelabuhan. Untuk menjual berbagai produk khas Meranti, termasuk kopi liberika," sebut Azza. (humas/016)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti