Begini Strategi Dishub Atasi Kemacetan Ahmad Yani
Rabu, 17 April 2019. Waktu baca 1 menit 41 detik.
Begini Strategi Dishub Atasi Kemacetan Ahmad Yani
MERANTI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti akan mengatur kembali lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang Kota. Kebijakan tersebut dilakukan melihat intensitas lalu lintas di jalan tersebut sangat tinggi, sehingga kerap terjadi kemacetan, terutama saat pagi hari.
"Kita akan atur lalu lintas di jalan tersebut, sehingga tidak semraut," kata Kasi Pemaduan Moda dan Teknologi, Dishub Meranti, Abdul Malik.
Malik mengatakan, kendala utama yang memicu terjadinya kemacetan adalah banyaknya kendaraan seperti becak dan gerobak yang parkir melebihi marka jalan, sehingga kendaraan yang terparkir memakan badan jalan. Kondisi itu, menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama disaat peningkatan arus, yakni di pagi hari.
"Kita akan menyurati pemilik toko yang sering melakukan aktivitas bongkar muat barang di Jalan Ahmad Yani agar melakukan aktivitas bongkar muat, saat arus lalu lintas mulai lengang, yakni sekitar pukul 10.00 pagi. Kita juga akan selalu mengingatkan pemilik becak, agar memarkirkan kendaraanya di tempat yang telah di tentukan" terang Malik.
Malik menambahkan, untuk sosialisasi awal, selain menyurati pemilik toko, pihaknya juga akan memajang baleho untuk memberikan informasi kepada warga. Ia menargetkan pengaturan akan bisa terlaksana jelang Ramadan nanti.
"Kita tagetkan, jelang Ramadan nanti, pengaturan arus lalu litas di jalan tersebut bisa tertib, sehingga Jalan A. Yani bisa menjadi pilot project dalam menertibkan sejumlah ruas jalan lainnya, seperti Jl. Tebingtinggi, Imam Bonjol dan Pasar Pagi Imam Bonjol, yang juga kerap terjadi kemacetan," ujarnya lagi.
Terkait dengan wacana tersebut, Camat Tebingtinggi, Helfandi mengaku mendukung penuh kebijakan itu. Namun, ia berharap Dishub melakukan sosialisasi yang matang terlebih dahulu.
"Kita menyambut baik kebijakan tersebut. sebagai leading sektor Dishub hendaknya mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama, membahas kebijakan itu agar tak memicu protes saat pelaksanaan nantinya," ujar Helfandi.
Untuk Wilayah Kota Selatpanjang, Helfandi mengaku Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu ruas jalan yang kerap terjadi kemacetan. Dengan adanya pengaturan tersebut, kedepan arus lalu lintas bisa lebih teratur, sehingga menambah keindahan Kota Selatpanjang.
"Intinya kita mendukung terobosan tersebut dan berharap semua pihak tidak dirugikan, baik masyarakat selaku pengguna jalan, juga pemilik toko yang menjalankan usaha di daerah tersebut," pungkas Helfandi. (Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan