Akan Dibangun Pelabuhan Pengumpan Lokal

Selasa, 14 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 20 detik.
image
Akan Dibangun Pelabuhan Pengumpan Lokal

MERANTI - Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti berencana akan membangun pelabuhan pengumpan lokal. Saat ini, sedang dalam tahap inventarisasi pelabuhan.

Menurut pengakuan Kepala Dishub Kepulauan Meranti, DR Aready, di Kota Sagu ada sekitar 56 pelabuhan. Sebagian besarnya dalam keadaan rusak dan kurang layak digunakan. Pelabuhan ini merupakan peninggalan dari Kabupaten Bengkalis, sebelum Kepulauan Meranti dimekarkan.

"Yang bagus sekitar 16 persen dari keseluruhan, 56 pelabuhan," kata Aready.

Meski menjadi infrastruktur prioritas untuk wilayah kepulauan, namun diakui Areadi juga, membangun jembatan butuh biaya yang banyak. Untuk itu, Pemkab Meranti melalui Dishub berencana akan membangun pelabuhan pengumpan lokal. Yaitu membangun satu pelabuhan yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa desa berdekatan.

"Membangun pelabuhan investasi besar. Saat ini kita sedang menginventarisasi, sedang kita rancang untuk dibangun pelabuhan pengumpan lokal," ujar Aready lagi.

Menanggapi wacana tersebut, Dedi Putra SHI Ketua Fraksi PPP-PKB yang juga anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti mengaku sangat setuju. Sebab, dengan dibangunnya pelabuhan pengumpan lokal ini, bisa menghemat biaya, lebih efektif dan tidak mengurangi manfaat. "Setuju, itu bisa menghemat biaya," kata Dedi.

Hanya saja, ditambahkan Politisi PPP itu lagi, pembangunan pelabuhan pengumpan lokal jangan sampai terkesan dipaksakan. Dinas terkait harus betul-betul memperhatikan infrastruktur jalan. Akses menuju pelabuhan tersebut harus ada dan bagus. Sehingga bisa dilalui masyarakat menuju pelabuhan. "Perhatikan betul jalan penghubung menuju pelabuhan. Kalau tidak ada, jangan dipaksakan (membangun)," tambah Dedi.

Dipesankan juga, disamping fokus pada wacana pembangunan pelabuhan pengumpan lokal itu, Dishub juga harus memperhatikan pelabuhan-pelabuhan yang lain. Sebab, sebagian besar pelabuhan yang dibangun zaman Bengkalis sudah memiliki usia yang lama. Jembatan itu sewaktu-waktu bisa rusak apalagi saat banyaknya warga beraktivitas seperti pada Bulan Ramadan, hari raya dan lainnnya. (Humas/001)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti