Baru 4 Desa Yang Sudah Ada PIK-R

Sabtu, 9 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 48 detik.
image
Baru 4 Desa Yang Sudah Ada PIK-R

MERANTI - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Disos P3AP2KB) mengakui bahwa keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) di Desa se Kepulauan Meranti, belum banyak. Dari 96 desa, saat ini baru 4 PIKR jalur masyarakat yang aktif.

 

Seperti yang diakui Kasi Ketahanan, Pembinaan Kesejahteraan Disos P3AP2KB, Riati, ketika ditemui di ruang kerjanya. Katanya, memang saat ini sudah ada beberapa Desa membentuk kepengurusan PIKR jalur masyarakat. Namun tak semuanya aktif.

 

"PIKR jalur masyarakat belum terlalu banyak. Namun sudah ada yang aktif," ujarnya.

 

Adapun 4 PIKR jalur masyarakat yang sudah aktif antara lain PIKR Cinta Sejati di Desa Maini, PIKR Kejora di Deaa Sialangpasung, PIKR Sanggam di Desa Banglas Barat, dan PIKR Cendana di Desa Banglas.

 

"4 PIKR itu sudah aktif. Desa bersangkutan telah menganggarkan untuk kegiatannya tiap tahun. Kalau dari dinas, sifatnya hanya pembinaan," aku Riati.

 

Diakuinya lagi, hal mendasar yang mengakibatkan banyak PIKR belum terbentuk di Desa adalah jarangnya pemuda-pemudi bisa berkumpul. Padahal, PIKR ini sangat banyak memberikan manfaat bagi remaja. Dengan wadah itu, remaja desa bisa menambah pemahaman tentang bahaya seks bebas, seks pra nikah, dan penyalahgunaan narkoba.

 

Saat ini, Dinas Sosial sedang membuat SK (Surat Keputusan) Bupati yang meminta tiap Desa membentuk kepengurusan PIKR jalur masyarakat. Kepala Desa (Kades) langsung ditunjuk menjadi pelindung dan penasehatnya. Kepengurusan harus di SK kan oleh Kades dan menjabat selama 2 tahun untuk satu periode kepengurusan.

 

Menyikapi hal ini, Camat Tebingtnggi, Helfandi MSi akan meninjau langsung Desa yang ada di wilayahnya. Kalau memang ada Desa yang belum memiliki kepengurusan PIK-R jalur masyarakat ini, akan segera diarahkan untuk segera membentuknya. Kalau sudah terbentuk, namun belum aktif, ini akan diupayakan segera aktif.

 

"Kita menilai PIK-R ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi remaja. Kita minta Desa Banglas dan Banglas Barat memaksimalkan kegiatan PIK-R jalur masyarakat yang sudah aktif itu," pinta Helfandi.

 

"Kita khawatir anak-anak generasi penerus akan menjadi korban, terlibat seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Apalagi saat ini sungguh marak peredaran narkoba. Kita berharap dengan memperbanyak kegiatan baik di Sekolah maupun di Desa, akan menghindarkan anak-anak dari perbuatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun merugikan orang lain," harapnya. (humas/001)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti