Bangun Pelabuhan Baru, Solusi Atas Insiden Jatuhnya Barang Angkutan dari Gerobak
Jumat, 10 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 21 detik.
Bangun Pelabuhan Baru, Solusi Atas Insiden Jatuhnya Barang Angkutan dari Gerobak
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terhadap insiden jatuhnya barang angkutan dari gerobak yang mengangkut barang di Pelabuhan bongkar muat barang Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat. Beberapa personel dinas yang ikut turun tangan antara lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Meranti, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Meranti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Meranti, Kabid Prasarana Perhubungan serta kabid Plt Fisik Bappeda Meranti.
"Dari tinjauan yang kami lakukan Selasa (7/5), kami menyarankan sebaiknya membangun pelabuhan baru. Agar keamanan aktivitas bongkar muat barang atau penumpang terjamin," ujar Syahril, Kepala Bidang Prasarana Perhubungan.
Dijelaskan Syahril, saat ini kondisi pelabuhan sangat memprihatinkan. Banyak kontruksi pelabuhan yang mengalami kerusakan parah. Padahal, pelabuhan ini menjadi pusat bongkar muat masyarakat.
"Dengan kondisi pelabuhan bagian atas, lantai pelabuhan sudah banyak rusak, karna dari kayu membuat gerobak warga tergelincir. Dilihat konstruksi pondasi atau balok dari dermaga pelabuhan peranggas sudah keropos," jelasnya.
Ditambahkannya lagi, ada tiang di pelabuhan tersebut yang patah. Dalam jangka panjang, ini tentu sangat membahayakan bagi pengguna pelabuhan.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Darsini meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan pelabuhan tersebut. Sebab kondisi pelabuhan yang sangat memprihatinkan.
"Saya berharap kepada masyarakat lebih berhati-hati lagi dengan adanya kerusakan yang sangat tidak layak dilewati oleh kendaraan bermuatan berat," harapnya.
Anggota dari Komisi II DPRD Meranti dari Partai Demokrat itupun berharap kepada instansi terkait di Pemkab Kepulauan Meranti agar sesegera mungkin menangani serta memperbaiki ketidak layakan pelabuhan tersebut
Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Dinas terkait bisa segera menangani pelabuhan atau jembatan yang sudah tidak layak. Sebab masyarakat sangat memerlukan pelabuhan tersebut sebagai urat nadi utama ataupun untuk bongkar muat barang," harapnya kembali. (humas/010)
Kategori
Topik
Bagikan