Pemda Konsisten Tingkatkan Mutu Kesejahteraan Nelayan

Selasa, 13 November 2018. Waktu baca 2 menit 4 detik.
image
Pemda Konsisten Tingkatkan Mutu Kesejahteraan Nelayan

MERANTI-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tetap komit meningkatkan mutu dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Hal itu diwujudkan pada tahun ini dengan menyerahkan batuan lima unit kapal tangkap kepada lima kelompok nelayan.

Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Ir, Anwar Zainal, melalui Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Randolp, Senin (12/11/2018) pagi, menjelaskan, lima kelompok nelayan Meranti penerima bantuan tersebut diantaranya, Kelompok Nelayan Sinar Bahari Desa Tanjung Gemuk Kecamatan Rangsang, Kelompok Nelayan Laut Desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat.

Bantuan juga diberikan kepada Kelompok Nelayan Setia Maju Desa Sialang Pasung yang juga Kecamatan Rangsang Barat, Kelompok Nelayan Meranti Desa Alai Kecamatan Tebinggi Barat. Dan, Kelompok Nelayan Maju Bersama Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.

"Bantuan itu digulirkan oleh Pemda Meranti melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran sebesar Rp 519,842,954, tahun anggaran 2018" ungkapnya.

"Setiap unit kapal memiliki bobot angkut tidak kurang dari 2 gross ton (GT) dengan kapasitas mesin dorong sebesar 12 PK. Bantuan diserahkan kepada 5 kelompok nelayan tempatan. Setiap kelompok mendapatkan satu unit", tambah Randolp.

Selain itu, kapal tersebut juga dilengkapi dengan alat tangkap. Setiap kapal dilengkapi alat tangkap berupa gilnet atau jaring insang sebanyak 20 keping dengan jumlah keseluruhan 100 keping.

Karena tingginya kebutuhan sarana dan prasarana bagi Nelayan, permohonan bantuan kembali diajukan untuk tahun 2019 mendatang. Randolf menegaskan dan juga memastikan bantuan bagi Nelayan Meranti akan kembali didapatkan pada tahun depan.

Menurutnya, pagu indikatif untuk tahun 2019 telah terbit di Kemenkeu. Keseluruhan kucuran anggaran akan digulirkan kepada 19 kelompok nelayan yang tersebar di daerah ini. Bentuk bantuan berupa kapal nelayan dengan tonase kotor 3 GT.

"Nantinya bantuan kapal untuk 19 kelompok nelayan yang tersebar di Kepulauan Meranti memiliki kapasitas tonase 3 GT. Kami tetap selektif dalam penyalurannya. Yang sudah dapat ya, tidak akan dapat lagi," tegas Randolf.

Pada kesempatan lain, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi menerangkan, bantuan tersebut bertujuan sebagai stimulus atau rangsangan bagi masyarakat nelayan dalam upaya meningkatkan ekonomi mereka. Sehingga Nelayan di Meranti bisa sejahtera.

"Untuk itu para penerima diminta agar dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya," katanya.

Meski telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar terhadap upaya tersebut, ia mengaku masih prihatin terhadap nasib nelayan Meranti yang masih jauh dari kata sejahtera.

Untuk itu Bupati menilai perlunya program bersama untuk mewujudkan hal tersebut. Terlebih lagi, saat ini potensi perikanan laut Meranti semakin berkurang, sementara jumlah nelayan semakin banyak.

"Memang, jika para nelayan masih berkutat menangkap ikan saja, maka kesejahteraan nelayan sulit diwujudkan. Untuk itu kita himbau adanya pengalihan pola. Jika saat ini mayoritas nelayan menjadi nelayan tangkap, kedepan dapat beralih menjadi nelayan Budidaya atau Pengolah hasil perikanan, "ujarnya. (Humas/MC)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti