DKPTPP dan DKP Riau memanen sayur mayur hasil produksi KRPL di Desa Gogok, Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti Meranti Buat Provinsi Salut

Sabtu, 13 Oktober 2018. Waktu baca 1 menit 32 detik.
image
DKPTPP dan DKP Riau memanen sayur mayur hasil produksi KRPL di Desa Gogok, Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti Meranti Buat Provinsi Salut
Selatpanjang - Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) mendapat apresiasi dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Riau. 
 
"DKP Riau menilai Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu daerah yang berhasil menjalankan program tersebut", kata Kepala DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti Jaka Insita, Selasa (13/11/2018).
 
Menurut Jaka, ketertarikan DKP Riau terhadap KRPL di Meranti lantaran memiliki konsep penataan yang menyerupai taman bunga. Padahal isi dari KRPL tersebut berupa sayur mayur yang ditanam di pekarangan rumah. 
 
Saat ini, kecamatan yang menjadi daerah rintisan KRPL di Meranti adalah Pulau Merbau dan Tebingtinggi Barat. Dari dua kecamatan tersebut ada 6 desa yang menjadi desa rintisan DKPTPP.
 
"Keenam desa tersebut yaitu, Insit, Gogok, Centai, Pangkalanbalai, Batangmeranti dan Desa Baranmelintang," ujar Jaka.
 
Dia menjelaskan, sebenarnya program tersebut sebagai pemenuhan pangan di desa-desa yang rawan pangan dan menjadi kantung-kantung kemiskinan di Meranti. Dalam pengelolaannya, setiap kelompok mendapat bantuan bibit sayuran dan buah-buahan, pupuk hingga rumah bibit. 
 
Dengan demikian, warga tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli sayur mayur ke warung. Mereka bisa mendapatkannya di pekarangan rumah masing-masing. Bahkan, warga bisa mendapatkan uang dari hasil produksi KRPL yang mereka kelola. 
 
Selain itu, kehadiran KRPL akan menekan ketergantungan akan sayur mayur dari daerah lain. "Jadi, mereka menata pekarangan seoptimal mungkin dengan hasil yang maksimal," harap Jaka.
 
Ketua pengelola KRPL Flamboyan di Desa Gogok, Siswati mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Sebelum ada program KRPL, mereka selalu membeli sayur ke warung atau ke pasar. 
 
Pasca adanya program tersebut, mereka sudah menjadi produsen sayur mayur di desanya. Melalui KRPL, kata Siswati, mereka sudah bahkan bisa menghasilkan uang sendiri. 
 
"Setiap panen, KRPL kami selalu didatangi oleh pembeli sayur. Bahkan, ada pengepul yang langsung datang ke kami untuk membeli sayur," ujarnya (MC Meranti/Humas/Na)
 
 
 
 
 

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti