592 Unit LTSHE Sudah Dibangun

Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 2 menit 12 detik.
image
592 Unit LTSHE Sudah Dibangun

MERANTI - Persoalan listrik menjadi fokus utama bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sejak lepas dari Kabupaten induk, Bengkalis pada 2008 silam.

 

Pasalnya, saat itu hanya 30 persen saja wilayah Kabupaten termuda di Riau itu yang menikmati listrik. Di bawah kepemimpinan Drs H Irwan MSi mulai membuat terobosan untuk mengatasi persoalan kelistrikan.

 

Selain membantu mesin genset berkapasitas 150 kVA sebagai pembangkitnya melalui program listrik Desa, Mereka juga membangun 55 Kilometer sitkit (Kms). Jaringan tersebut dibangun di desa-desa yang belum tersentuh oleh jaringan listrik PLN.

 

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan mengatakan, program tersebut berlangsung hingga tahun 2015. Lima tahun program berjalan, elektrifikasi daerah itu meningkat tajam. Dirasa belum maksimal, Irwan terus berupaya agar seluruh masyarakat yang belum terjangkau oleh listrik Desa bisa menikmati penerangan.

 

"Ternyata listrik desa juga belum maksimal. Pada 2017 lalu, kami lantas mengajukan panel LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi) ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar harapan warga di pelosok Desa bisa menikmati penerangan," kata Irwan.

 

Sejak pertama kali diusulkan hingga 2018, sudah sebanyak 592 unit rumah warga pelosok Desa yang telah mendapatkan bantuan panel LTSHE dari Kementrian ESDM RI. Ratusan kepala keluarga penerima bantuan LTSHE tersebut merupakan warga yang tak mampu.

 

"Hingga saat ini elektrifikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah mencapai 77 persen. Ini adalah capaian prestisius Pemkab Meranti selama satu dekade ini," katanya.

 

Dari data Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabuapaten (Setdakab) Kepulauan Meranti pada Tahun 2017, Meranti telah mendapat bantuan sebanyak 382 unit LTSHE. Bantuan tersebut disebar kepada sembilan Desa di lima Kecamatan yang berbeda.

 

Mulai kepada Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat sebanyak 51 unit, dan Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Peisir sebanyak 50 unit.

 

Sementara di Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur, terdapat 29 unit. Sedangkan untuk Kecamatan Merbau tepatnya di Desa Lukit sebanyak 50 unit, Bumi Asri 21 unit, dan Desa Anak Kamal sebanyak 31 unit.

 

Menyusul di Kecamatan Tasik Putri Puyu, tepatnya di Desa Mekar Delima sebanyak 50 unit, Putri Puyu 50 unit, serta Desa Tanjung Padang 50 unit.  

 

Berlanjut pada 2018, Pemkab Meranti kembali mendapatkan sebanyak 210 unit LTSHE. Dimana diperuntukkan bagi Kecamatan Tebingtinggi Barat, yakni Desa Mengkikip sebanyak 72 unit, dan Desa Tanjung Peranap sejumlah 56 unit. Selain itu sebanyak 82 unit diperuntukkan bagi Desa Bathin Suir, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

 

"Untuk 2017 terdapat 382 unit yang kita sebar di lima kecamatan. Sedangkan untuk 2018 terdapat 210 unit untuk tiga kecamatan," ujar Kepala Bagian Ekonomi, dan Sumberdaya Alam Afifuddin.

 

Tidak hanya sampai disitu, Pemkab Meranti kembali mengajukan permohonan bantuan yang sama kepada pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2019 mendatang.

 

"Walaupun belum mendapatkan infomasi resmi atas tindaklanjut pengajuan bantuan LTSHE tesebut, kami tetap optimis 2019 mendatang kita kembali menerima lebih banyak dari tahun sebelum-sebelumnya," tambah Kasubag Sumber Daya Alam Danu.(humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti