Dibagun Wisata Mangrove di Dua Desa

Sabtu, 9 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 4 detik.
image
Dibagun Wisata Mangrove di Dua Desa

MERANTI – Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti Provinsi Riau akan membangun wisata mangrove di Dua Desa. Yakni, di Desa Anak Setatah dan Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat.

 

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora, Indra Yuni SH mengatakan menyebutkan kegiatan untuk pembangunan wisata mangrove tersebut meliputi, Perencanaan, Pembangunan dan Pengawasan.

 

“Anggaran untuk masing-masing Desa diatas Rp 1 miliar. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini,” ungkapnya.

 

Indra merincikan, sejumlah infrastruktur yang akan dibangun untuk mendukung potensi pariwisata mangrove di Desa Anak Setatah diantaranya; pembangunan lintasan pejalan kaki disela tanaman mangrove sepanjang 700 meter, 1 unit menara pandang, 5 unit gazebo, 5 unit kedai cindera mata, 1 unit musala, area parkir dan 1 unit gapura.

 

Sedangkan rncian infrastruktur yang akan dibangun di Desa Bokor yakni; pembangunan lintasan pejalan kaki disela tanaman mangrove sepanjang 500 meter, 1 unit menara pandang, 5 unit gazebo, 5 unit kedai cindera mata, dan gapura.

 

“Anggaran untuk pembangunan wisata mangrove di Desa Anak Setatah lebih besar, makanya lebih banyak infrastruktur dibangun disana dari pada Desa Bokor. Selain perbedaan panjang jalur lintas tanaman mangrove, juga di Bokor tidak dibangun musala dan area parkir,” katanya.

 

Indra menjelaskan dokumen untuk melelang dua paket pekerjaan tersebut sedang disiapkan. Ia menargetkan bulan Depan sudah bisa dilelang dan segera dikerjakan.

 

“Pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung wisata mangrove di dua Desa di Rangsang Barat ini, harus selesai tahun ini. Agar bisa segera dimanfaatkan dalam mendukung ekonomi masyarakat tempatan,” harap dia.

 

Salah satu penggiat pariwisata asal Desa Bokor, Sopandi S Sos mengaku sudah sejak lama mulai mengembangkan tempat wisata mangrove ditanah kelahirannya tersebut. Bahkan sejak 2011 lalu.

 

Ia memulainya dengan memanfaatkan Sungai Bokor dan rerimbunan tanaman mangrove yang tumbuh disepanjang sungai sebagai tempat berbagai kegiatan. Bahkan mengkombinasikannya dengan penampilan pentas seni dan budaya.

 

“Sejak awal, dengan perangkat Pemerintah Desa dan seluruh komponen masyarakat kami sudah bersepakat untuk menjadikan Desa Bokor sebagai Desa Pariwisata. Berkat konsistensi kami menggelar berbagai kegiatan kepariwisataan setiap tahun akhirnya Desa kami dicanangkan sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2013 lalu oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi,” terangnya.

 

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah  Pusat karena terus mendorongnya sejak awal dalam upaya pengembangan ini.

 

“Alhamdulillah mudah-mudahan bantuan yang akan diberikan dengan membangun sejumlah fasilitas bisa semakin mendorong Pariwisata yang ada di Desa Bokor. Dengan begitu akan sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat nantinya,” ujar Ketua Sanggar Bathin Galang Desa Bokor ini. (humas/017)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti