Infrastruktur Jalan Jadi Jantung Ekonomi di Desa Tanjung Samak
Senin, 29 April 2019. Waktu baca 2 menit 27 detik.
Infrastruktur Jalan Jadi Jantung Ekonomi di Desa Tanjung Samak
Selatpanjang - Kondisi wilayah di Desa Tanjung Samak, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau sudah banyak mengalami perubahan. Hingga saat ini, Pemerintah terus berupaya melakukan peningkatan desa tersebut menjadi wilayah yang lebih maju kedepan.
Salah satunya yang menjadi fokus utama Pemkab Kepulauan Meranti pada infrastruktur jalan poros diwilayah desa. Seperti, diungkapkan Kepala Desa Tanjungsamak, Arfai belum lama ini. Diakuinya, Desa Tanjungsamak semakin berkembang setelah infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan terjadi peningkatan secara optimal. Sentuhan pembangunan yang direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke desa tersebut pun dapat dirasakan masyarakat setempat.
"Untuk sementara baru infrastruktur jalan, kesehatan, dan pendidikan. Sebab 3 sektor itu yang semakin tampak peningkatannya. Kalau dari masyarakat sangat mendukung dari sisi pembangunan itu, karena dampaknya dalam memajukan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (29/4/2019)
Kondisi jalan poros yang dulu masih semenisasi berskala kecil, kata Arfai kini sudah diperlebar lagi dengan penambahan material pasir dan batu (Base C). Akses 7 pun dapat dengan leluasa dirasakan masyarakat dari dampak pelebaran jalan tersebut, walaupun agak sedikit berdebu ketika musim panas.
"Kegiatan base C untuk jalan itu, kedepannya peningkatan volumenya kita harapkan bisa ditambah lagi. Untuk saat ini, base pasir dan batu baru sepanjang 4 kilo setengah yang dilakukan. Sebab berdasarkan dari hasil Musrenbang beberapa waktu lalu itu, kita minta untuk jalan lingkar wilayah pusat desa dapat secepat mungkin terealisasi agar di base semua," terang dia.
Menurut dia, Pemkab Kepulauan Meranti sangat perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan poros di Desa Tanjungsamak. Hal itu mengingat desa-desa di Kecamatan Rangsang tersebut termasuk wilayah perbatasan Lokasi Prioritas (Lokpri) untuk daerah terluar di Indonesia.
"Tapi, untuk melaksanakan kegiatan ini, butuh dana yang sangat besar. Tidak hanya cukup perhatian dari Kabupaten saja, namun harus mendapat suntikan kucuran dana dari Provinsi atau Pusat. Makanya pihak Pemerintah Desa bekerjasama dengan Pemkab Kepulauan Meranti untuk menyampaikan hal ini ke Bapedda dan diteruskan ke Pemerintah Pusat," jelas Arfai.
Diakuinya untuk tahun 2019 ini, ada dua desa yang mendapat pembangunan jalannya ketahap hotmix (aspal goreng) di Kecamatan Rangsang. Namun saat ini baru difokuskan untuk di Desa Repan dan Desa Gemala Sari terlebih dahulu.
"Program ini, untuk jalan lintas timur di Kecamatan Rangsang. Jadi, kita sepakat dengan usulan itu untuk menyatukan jalan antar desa. Sementara, Desa Tanjungsamak masih belum. Insya Allah, tahun 2020 dapat terealisasi sesuai rencana," katanya.
Salah seorang warga Tanjungsamak, Bakri mengaku, daerah tersebut belum banyak tersentuh pembangunan dari Pemerintah. Namun, kini telah mengalami perubahan yang signifikan setelah beberapa tahun semenjak Desa Tanjungsamak dibawah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Mengalami perubahanlah semenjak kita sama Kabupaten Kepulauan Meranti. Dulu jalannya masih kecil, belum lebar betul. Tapi sekarang sudah lebar setelah dilakukan peningkatan volumenya dengan penambahan material pasir dan batu (base c)," katanya.
Diakuinya walaupun jalan tersebut belum dihotmix (aspal goreng), masyarakat di desa sangat senang karena jalan sudah dilakukan pelebaran. Upaya ini dapat membantu akses 7 dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepan.
"Pertumbuhan ekonomi akan pasti meningkat, kalau jalan ini terus ditingkatkan pembangunannya. Sebab dari dulu ini yang diharapkan masyarakat. Jika semuanya sudah terealisasi, tentu Desa Tanjungsamak bakal maju," ujar Bakri. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan