2019, Petani Kopi Liberika di Meranti Dapat Mesin
Minggu, 23 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 27 detik.
2019, Petani Kopi Liberika di Meranti Dapat Mesin
Selatpanjang - Untuk meningkatkan kualitas dan memacu pengembangan industri pengolahan kopi, Pemkab Kepulauan Meranti akan memberikan bantuan mesin dan peralatan paska panen pada 2019 mendatang.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa mesin pengupas kulit buah kopi, mesin sortasi biji kopi, mesin sangrai kopi dan mesin pembubuk kopi serta mesin espresso kopi.
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengaku tidak menyangka kalau kopi liberika yang ditanam petani di wilayahnya memiliki cita rasa khas dan ditetapkan sebagai salah satu top brand kopi nasional. Untuk itu tahun 2019 mendatang dilakukan revitalisasi industri kecil kopi dengan penyediaan berbagai mesin pengolahan.
"Selama ini kopi khas Pulau Rangsang ini ditampung oleh pedagang di Malaysia. Anggaran peralatan itu Rp 2,1 miliar bersumber dari APBN," sebut Irwan. (23/12/2018)
Sekretaris Disperindagkop-UKM Kepulauan Meranti, Rudi Al Hasan mengatakan
pengolahan kopi di tengah era globalisasi perdagangan ini memerlukan upaya strategis guna menggenjot daya saing dan produktivitas.
Langkah tersebut, antara lain penggunaan teknologi yang meningkatkan efisiensi dan inovasi.
"Usulannya sudah disetujui. Bantuan yang akan diberikan nanti berasal dari program revitalisasi Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM)," kata Rudi.
Untuk tahap awal, tempat pengelolaannya akan dikerjasamakan dengan kelompok tani kopi liberika. Sementara bentuk alat berupa mesin terpadu yang mampu mengolah kopi tanpa banyak membutuhkan tenaga manusia.
"Diharapkan dapat menunjang kualitas pengolahan kopi, sehingga kopi liberika Meranti dapat berkembang. Kopi kita ini sudah masuk dalam 16 jenis kopi terbaik nasional," ungkap Rudi lagi.
Kopi Liberoit Komposit atau Liberika Meranti berasal dari daerah Afrika Barat dan mampu tumbuh dengan baik di daerah Meranti. Tidak seperti kopi Liberika Jambi, kopi Meranti memiliki kadar keasaman yang rendah. Meskipun begitu, kadar asamnya tetap mantap dan pekat. Aroma nangka yang menjadi ciri khasnya pun tetap terasa cukup kuat.
Potensi kopi Liberika Meranti memiliki luas sekitar 1.246 hektare dengan produksi mencapai 1.710,422 ton per tahun. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan