Wisata Manggrove Bokor, Potensi Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Sabtu, 16 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 10 detik.
Wisata Manggrove Bokor, Potensi Peningkatan Ekonomi Masyarakat
MERANTI - Pemerintah Desa Bokor, Kabupaten Kepulauan Meranti bakal terus melakukan upaya peningkatan ekonomi masyarakat di desa. Salah satunya, dari pengelolaan sektor pariwisata melalui potensi wisata manggrove secara efisien.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Desa Bokor, Aminullah. Dia optimis akan melakukan upaya pengembangan sektor pariwisata manggrove di Desa Bokor.
"Insya Allah, potensi wisata manggrove akan kita kelola melalui BUMDes agar terealisasi dengan baik. Sehingga, nantinya hasil pendapatan akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (6/3/2019).
Meski begitu, progres peningkatan peluang wisata mangrove Desa Bokor masih dilakukan persiapan yang matang. Sebab, kata Aminullah, dengan perencanaan yang matang, upaya yang dilakukan tidak hanya sia-sia.
"Rencana awal, di samping agrowisata dan ekowisata, hutan mangrove akan kita jadikan jalan setapak sampai Kuala Bokor," ujarnya.
Setelah terealisasi, lanjut dia, maka dilakukan pembagian blok sepanjang akses jalan tersebut. Di sana baru dibangun beberapa peluang ekonomi yang bisa menjadi sumber pendapatan.
"Kalau sudah memanjang 2 kilometer nanti, akan kita paketkan dan blok sekitar per 100 meter, untuk membangun budidaya siput, kepiting, dan lain sebagainya," tutur Aminullah.
Diakuinya, memang banyak progres yang akan dilakukan. Namun, terbatasnya anggaran, upaya yang direncanakan terlihat seperti diurungkan.
"Progres ini banyak, cuma kemampuan anggaran saja yang terbatas. Tapi, Insya Allah secara bertahap akan kita realisasikan," sebutnya lagi.
Menurutnya, untuk mengembangkan pariwisata tersebut harus didorong dengan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu. Jadi, tingkat kesadaran masyarakat terangsang untuk membangun daerah wisata manggrove menjadi potensi ekonomi.
"Memang orang mendorong saya paket dulu. Tapi, kalau mainset (pola pikir) saya, harus infrastruktur dulu, jadi orang tidak kecewa. Yang penting adalah kesadaran masyarakat. Ada Pokdarwis (kelompok sadar wisata). Untuk membangun infrastruktur itu mudah, cuma untuk membangun mainset masyarakat saja yang saat ini sedang dalam proses. Kalau sudah nampak bukti, baru sesuatu yang direncanakan bisa terealisasi," ungkap Kepala Desa Bokor itu.
Tempat terpisah, Penggiat Wisata Desa Bokor, Sopandi SSos mengatakan, upaya pengembangan manggrove harus memprioritaskan pengelolaan manajemen yang baik. Sehingga, progres yang dilakukan tidak sampai terbengkalai.
"Pengelolaan manajemennya harus bagus. Sebab, ini bukan sesuatu yang pribadi. Anggaran pemerintah yang dikucurkan pun dapat terealisasi dengan baik," katanya.
Selain itu, dia berharap dengan adanya wisata mangrove itu dapat dikelola oleh unit usaha wisata yang berada di bawah BUMDes. Dengan membentuk Pokdarwis sebagai perpanjangan tangan.
"Jika pengelolaannya sudah baik, otomatis dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Sehingga, besar kemungkinan, sumber pendapatan makin meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.
Tak hanya itu, dia menyarankan agar pihak pengelola bisa menambahkan pengadaan pembangunan untuk penjualan souvenir khas Desa Bokor. Dengan begitu, dapat digunakan masyarakat untuk berjualan sehari-hari.
"Jadi, orang pun yang datang tidak harus menunggu iven. Bisa berwisata setiap hari pada hari libur. Itulah kesempatan masyarakat," ungkap Ketua Sanggar Bathin Galang itu.(Humas/005)
Kategori
Topik
Bagikan