Warga Disalurkan Masker dan Sekolah Libur Jika Kabut Asap Tebal
Sabtu, 14 September 2019. Waktu baca 1 menit 57 detik.
Warga Disalurkan Masker dan Sekolah Libur Jika Kabut Asap Tebal
MERANTI - Penyaluran masker dan sekolah libur bagi daerah yang memiliki tingkat kabut asap tebal, buah hasil rapat soal kabut asap antara Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti dengan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan RSUD Kepulauan Meranti, yang digelar pada Jumat (13/9/2019) di ruang Komisi III DPRD.
Rapat dipimpin Ketua Komisi III Basiran SE MM, didampingi sejumlah anggota komisi. Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Drs H Nuriman Khair MH, yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Syafrizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Said Asmaruddin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg. Ruswita, dan Kepala RSUD Kepulauan Meranti, dr. Ria Sari.
Dalam pemaparannya, Ruswita menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak Dinkes Provinsi Riau, Dinkes Kepulauan Meranti sudah menginstruksikan seluruh puskesmas agar bisa merawat masyarakat yang terkena dampak kesehatan dari kabut asap. Dinkes dan Puskesmas juga menyediakan masker untuk masyarakat.
"Pihak Dinkes Kepulauan Meranti sudah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Riau terkait tidak adanya alat pengukur ISPU (indeks standar pencemar udara). Solusi yang diberikan oleh Dinkes Provinsi Riau, yakni melihat status dari BMKG Provinsi Riau," jelas Ruswita.
Sementara, Said Asmaruddin mengaku jika pengadaan ISPU sebenarnya sudah diajukan DLH Kepulauan Meranti sejak tahun 2015 lalu, namun dibatalkan hingga saat ini dengan alasan tidak mendesak.
"Jadi, kita tidak bisa mengambil kebijakan karena memang di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak memiliki alat pengukur ISPU," ujar Said, yang berharap agar alat pengukur ISPU segera ada di Kepulauan Meranti.
Terkait aktifitas sekolah, disampaikan Syafrizal, bahwa Disdikbud Kepulauan Meranti sudah menerima rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sekolah libur jika kabut asap tebal. Namun, disdik masih menunggu konfirmasi dari dinkes, karena yang menyatakan layak atau tidak kondisi cuaca untuk beraktifitas adalah pihak dinkes.
"Kita dari dinas pendidikan kepulauan meranti juga sudah menginformasikan ke para kepala sekolah, agar meliburkan siswanya apabila kabut asap menebal di daerahnya tersebut," ujar Syafrizal, yang menyebutkan jika jumlah siswa tingkat SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti sebanyak 27.000 orang.
Menanggapi itu, Baziran meminta pihak dinas terkait bisa menyalurkan masker kepada seluruh masyarakat, terutama daerah yang terkena dampak asap tebal. Kemudian, terhadap daerah yang memiliki tingkat kabut asap yang tebal, direkomendasikan sekolah di daerah tersebut diliburkan, terutama tingkat PAUD.
"Jadi, kesimpulan dari rapat ada dua poin. Pertama, semua masyarakat harus disalurkan masker. Kedua, sekolah yang daerahnya terkena dampak kabut asap tebal diliburkan," jelas Basiran. (Humas/008)
Kategori
Topik
Bagikan