Wabup Said Hasyim Harap Bantuan Dana KAT Lebih Besar
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 40 detik.
Wabup Said Hasyim Harap Bantuan Dana KAT Lebih Besar
MERANTI - Wabup Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim berharap jumlah bantuan dana untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) semakin besar dari tahun ke tahun. Terutama untuk merehab atau pembangunan rumah dalam meningkatkan taraf kesejahteraan hidup.
"Saya harap Kemensos RI memberikan perhatian lebih kepada Kepulauan Meranti, untuk mengucurkan dana bantuan pembangunan rumah untuk masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan jumlah yang besar," ungkapnya, dalam peninjauan pembangunan rumah KAT di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebingtinggi Timur, belum lama ini.
Menurutnya, saat ini masyarakat KAT di Desa Kepau Baru telah mendapatkan bantuan dana untuk sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) dari Kemensos RI melalui Dana Dekonsentrasi Provinsi Riau. Dimana, setiap KK menerima Rp 30 juta untuk merehab rumah.
Dengan dana tersebut, pembangunan pun sudah mulai dilaksanakan. Dia mendapati pembangunan fisik rumah yang terbuat dari kayu sudah cukup baik.
"Saya minta kepada pihak PPTK dari Dinas Sosial Provinsi untuk terus mengawasi penggunaan anggaran pembangunan, agar nantinya memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat miskin diwilayah itu," sebut Said Hasyim.
Kedepan, ia pun berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut dengan jumlah yang lebih besar lagi, agar semakin banyak masyarakat miskin di.Meranti yang terbantu. Terlebih kepada OPD di Pemkab Kepulauan Meranti agar terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait supaya bantuan tepat sasaran.
"Terkait peruntukan bantuan agar lebih tepat sasaran, saya meminta kepada OPD terkait untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak konsultan yang dalam hal ini berasal dari Universitas Riau," pintanya.
Disamping itu, peninjauan Wabup Said Hasyim tersebut ingin memastikan pelaksanaan program yang tercantum dalam Perpres No 186 Tahun 2014, Tentang Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil itu berjalan sesuai harapan. Yakni memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat penerima bantuan, khususnya KAT.
Sehingga dengan bantuan pemerintah pusat ini, pemerintah daerah dapat terbantu dalam upaya menekan angka kemiskinan dengan memprioritaskan anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Sebab diusia Meranti yang memasuki 10 tahun angka kemiskinan telah berhasil di tekan dari 43 persen ke 28 persen ditahun 2018. Namun begitu karena keterbatasan anggaran yang dimiliki dan minimnya bantuan Pusat serta Provinsi, Meranti belum mampu mengatasi masalah Isolasi daerah yang menjadi salah satu faktor utama penghambat pembangunan di Meranti.*
Kategori
Topik
Bagikan