Wabup Minta Perusahaan Swasta Maksimalkan IPAL

Selasa, 14 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 25 detik.
image
Wabup Minta Perusahaan Swasta Maksimalkan IPAL

MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim mendorong pihak perusahaan untuk mematuhi terhadap penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berkaitan dengan dampak lingkungan. Sebab, dia menginginkan ekosistem darat dan laut di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau yang terancam rusak kembali dilestarikan.

"Ekosistem kita semakin lama semakin rusak, akibat eksploitasi perusahaan swasta yang lalai terhadap dampak lingkungan yang dihasilkannya. Saya minta nanti dalam penyusunan RTRW yang melibatkan seluruh pihak perusahaan, tokoh masyarakat, dan pihak yang lainnya, agar mengkaji lebih jauh untuk mencari titik terang terhadap persoalan ini," terangnya.

Dengan begitu, Wabup meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan upaya untuk mendorong pabrik-pabrik atau kilang sagu di Meranti agar memaksimalkan memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Jadi, tidak ada lagi membuang limbah ke dalam laut yang bisa merusak ekosistem.

"Dinas terkait perlu mendorong dan mengawasi semua perusahaan sagu yang beroperasi di Kepulauan Meranti. Jangan sampai ada yang masih membandel membuang limbah langsung ke laut," ujarnya.

Selain itu, panglong arang yang juga beroperasi sejak lama di Meranti memproduksi berbahan baku mangrove, diminta untuk menghentikan operasinya yang besar-besaran. Agar kawasan mangrove Meranti seperti di Sungai Suir dapat terus terjaga kelestariannya.

"Makanya kegiatan uji publik kajian lingkungan strategis yang kita dilaksanakan beberapa watu lalu itu dapat menghasilkan kebijakan terbaik yang harus ditempuh dalam penyusunan RTRW nanti," tutur Wabup lagi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepualuan Meranti Hendra Putra, saat ini jumlah perusahaan sagu yang beroperasi di Meranti lebih kurang sebanyak 100 pabrik. Sebagian besar diantaranya belum memiliki IPAL yang baik, sehingga limbah yang dihasilkan mencemari laut.

"Memang masih terdapat beberapa perusahaan kilang yang memproduksi potensi hasil alam berupa sagu di Meranti, masih gagal mengatasi limbah yang mereka hasilkan," Terang Hendra. (humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti