Wabup Minta Disdikbud Benahi Manajemen Pendidikan
Minggu, 5 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 39 detik.
Wabup Minta Disdikbud Benahi Manajemen Pendidikan
MERANTI--Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memperbaiki manajemen Pendidikan di Meranti. Pernyataan itu disampaika dalam sacara memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019.
Menurutnya, secara N-nasional pemerintahan telah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun, hal tersebut akan sia-sia jika manajemennya tidak dibenahi.
"Kita berharap para guru bisa menanamkan nilai kejujuran serta mampu menjadi contoh bagi seluruh peserta didiknya," kata Said Hasyim.
Keinginan Said Hasyim ini sejalan dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Meranti. Untuk mewujudkan hal itu, faktor utama yang perlu dibenahi adalah managemen pendidikan. Diakui Wabup, peran guru sangat penting dalam menciptakan Sumberdaya Manusia (SDM) yang berkualitas. Namun demikian, nilai-nilai agama dan moral perlu ditanam pada diri siswa sejak dini, terutama masalah kejujuran.
"Ujian Nasional misalnya, meski secara peringkat hasilnya nanti Meranti rendah dari sejumlah kabupaten/kota lainnya se-Provinsi Riau, namun sejatinya penilaian prestasi tak hanya terpaku pada angka semata. Jika kita tidak berlaku curang, serta jujur saat pelaksanaan Ujian Nasional, itu akan menjadi prestasi luar biasa bagi dunia pendidikan di Meranti", terang Said Hasyim.
Terkait peningkatan managemen pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Nuriman, Khair mengaku telah melakukan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya lewat penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara menyeluruh.
"Jika tahun lalu hanya sebagian sekolah saja, namun tahun ini seluruh SMP sederajad kita wajibkan mengikuti UNBK," ujar Nuriman.
Penerapan UNBK 100 persen untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu merupakan salah satu langkah menghindari terjadinya kecurangan. Lewat sistem komputerisasi, selain lebih efektif dan efisien, juga mampu mengukur sejauhmana perkembangan kemampuan anak.
"Lewat sistem UNBK, kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan anak-anak didik, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan kedepannya," terang Nuriman.
Sisi lain, peningkatan masalah disiplin juga terus di benahi. Kepala Sekolah dan guru diminta mampu menjadi contoh, bagi siswanya. Sebelum menerapkan nilai kedisiplinan bagi peserta didik.
"Tak hanya masalah kedisiplinan, seluruh Kepala Sekolah dan guru kita wajibkan menandatangani Pakta Integritas, sebagai bentuk komitmen agar tidak terlibat dengan prilaku korupsi," pungkas Nuriman.(Humas/006)
Kategori
Topik
Bagikan