Wabup Ajak Seluruh Pihak Tangani Karlahu
Senin, 4 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 53 detik.
Wabup Ajak Seluruh Pihak Tangani Karlahu
MERANTI--Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, meminta seluruh pihak ikut terlibat dalam menangani permasalahan karlahut di Kepulauan Meranti. Pasalnya, hingga sejauh ini jumlah titik api mulai bertambah, akibat kondisi cuaca yang panas dan disertai angin kencang.
"Kita harapkan seluruh pihak ikut andil dalam mengatasi permasalahan karlahut", ujar Said Hasyim. Jumat (1/03/2019).
Keterlibatan sejumlah pihak mulai dari kecamatan, desa hingga masyarakat di sekitar lokasi kebakaran sangatlah diharapkan. Setidaknya mereka bisa membantu petugas gabungan, BPBD, TNI, Polri, dalam menjinakkan api. Kencangnya tiupan angin di lokasi kerap menjadi kendala petugas, sehingga dibutuhkan peran serta maayarakat, untuk melokalisir, agar kebakaran tak semakin meluas.
"Kita sudah melayangkan surat edaran, ke kecamatan dan desa agar masyarakat tidak membakar lahan dan ikut membantu jika terjadi kebakaran," sebutnya lagi.
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tercatat ada sekitar 33 hotspot di Kepulauan Meranti pada tanggal 01 Maret 2019. Jumlah titik api tersebar di dua lokasi, yakni Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Di Sungai Teban, Desa Bungur Kecamatan Rangsang Pesisir.
"Untuk di Tanjung Peranap kita terus melakukan upaya pemadaman, sedangkan di Sungai Teban, Desa Tebun kita telah menurunkan personil gabungan Jum'at pagi, untuk bergabung bersama pihak Kecamatan, Desa dan tim pemadam dari perusahaan yang telah berada di lokasi kebakaran," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti, M. Edy Afrizal.
Dari 33 hotspot yang terpantau di dua lokasi kebakaran, sekitar 6 titik berada di Desa Tanjung Peranap, sedangkan yang terbanyak berada di Sungai Teban, Desa Bungur yang mencapai 27 hotspot.
Sebanyak 32 personil gabungan BPBD, TNI dan Polri diturunkan ke lokasi kebakaran untuk menjinakkan api di Sungai Teban. Untuk menjangkau lokasi kebakaran tim gabungan harus masuk melalui jalur laut, menggunakan speedboat, dilanjutkan dengan memakai pompong menyusuri sungai.
"Lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman warga. Jalur air merupakan akses satu-satunya untuk menjangkau lokasi. Untuk sampai di lokasi tim harus menyusuri sungai sejauh 3 kilometer, menggunakan pompong," papar Edy Afrizal lagi.
Sejauh ini, seluruh tim dari dua lokasi kebakaran terus berupaya menjinakkan api. BPBD berharap, dukungan pihak kecamatan, desa, serta masyarakat untuk turut serta dalam mendukung proses pemadaman.
"Dengan jumlah personil yang terbatas, Kita berharap, dukungan penuh dari kecamatan, serta desa, dengan mengimbau warga ikut membantu proses pemadaman Karlahut," pungkas Edy. (Humas/006).
Ket foto : Wakil Bupati Said Hasyim saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebingtinggi Barat Kepulauan Meranti.
Kategori
Topik
Bagikan