Tuntaskan SIKM Sagu, Pemkab Meranti Pepet Bantuan Pusat
Rabu, 6 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 25 detik.
Tuntaskan SIKM Sagu, Pemkab Meranti Pepet Bantuan Pusat
MERANTI - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali pepet bantuan pusat untuk menuntaskan pembangunan Sentra Industri Kecil Menegah (IKM) Sagu Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur.
"Target itu masuk sekala prioritas usulan 2019 yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun anggaran 2020 mendatan," kata Kepala Disperindagkop-UKM Kepulauan Meranti Aza Fahroni, Rabu (6/3/19) siang.
Menurutnya finalisasi lanjutan SIKM Sagu Sungaitohor dinilai perlu, mengingat beberapa fasilitas pendukung yang belum dibangun. Seperti pagar, gapura, kantin dan lainnya.
"Untuk studi kelayakan dan rencana kerja (Renja) sudah diusulkan. Mudah-mudahan diterima sehingga bisa masuk skala prioritas oleh pemerintah pusat 2020 mendatang," ungkapnya.
Pembangunan sentra sagu tersebut merupakan bentuk perhatian penuh pemerintah pusat kepada Kepulauan Meranti sebagai penghasil sagu terbaik di Indonesia. Diharapkan mampu meningkatkan produksi masyarakat sehingga mendukung upaya menjadikan sagu pangan pengganti beras di kemudian hari.
"Jika selama ini yang dihasilkan sebatas sagu basah, dengan adanya fasilitas tersebut dapat memberikan ruang terhadap produk hilir sehingga berdampak langsung terhadap nilai ekonomi masyarakat," ujar Aza.
Sebagaimana diketahui, Desa Sungaitohor Kecamatan Tebintinggi, merupakan wilayah yang ditetapkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti sebagai sentra industri sagu.
Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi sagu basah dari 14 kilang sagu di Sungaitohor mencapai 600-700 ton per hari. Dengan harga berkisar Rp2.000 – Rp3.000 per kilogram, sedangkan sagu kering atau tepung sagu dapat mencapai Rp8.000/kg.
Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir Msi mengaku, pengembangan sagu memang menjadi prioritas pemerintah kabupaten untuk menjadikan Kepulauan Meranti sebagai bandar niaga. Selain menjemput program-program pusat, Pemkab juga sudah berhasil menelurkan bibit sagu varietas unggul di sana.
"Sagu ini adalah alternatif pegganti beras. Kita berharap sagu ini bukan lagi makanan tradisional, tapi dapat membantu sawasembada pangan nasional. Makanya harus menjadi fokus bukan hanya Pemda tapi juga pusat," harap Irwan. (Humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan