Sagu Meranti Memiliki Kualitas Terbaik
Selasa, 6 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 49 detik.
Sagu Meranti Memiliki Kualitas Terbaik
MERANTI – Beberapa daerah di Provinsi Riau, terus mengembangkan perkebunan sawit. Walaupun tanaman penghasil minyak itu tidak cocok di Kabupaten Kepulauan Meranti, bukan berarti daerah termuda di Riau itu tidak memiliki potensi perkebunan.
Kepulauan Meranti memiliki tanaman sagu. Dimana tanaman ini diyakini akan menjadi tanaman masa depan. Bahkan sagu digadang-gadangkan menjadi alternatif pangan dunia nantinya.
Dari berbagai kajian dan penelitian, sagu yang ada di Meranti menjadi yang terbaik. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga didunia.
Beberapa daerah lain diindonesia yang memiliki tanaman sagu juga diminta untuk bisa belajar ke Meranti bagaimana menghasilkan tepung sagu dengan kualitas terbaik. Mulai dari proses pembibitan, proses penanaman sampai dengan pengolahan tanaman sagu sampai menjadi tepung.
Total perkebunan sagu diwilayah Kepulauan Meranti saat ini seluas 52 ribu hektar lebih. Dimana seluas 14 ribu hektar dikelola perusahaan dan seluas 38 ribu dikelola oleh masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikltura (Disbunhorti), Tengku Efendi mengakui hingga kini sagu masih menjadi komoditas perkebunan unggulan di Kepulauan Meranti. Apalagi varietasnya sudah dilepaskan. Artinya jenis sagu meranti sudah memiliki hak paten di Indonesia.
“Kami masih terus mengembangkan sagu. Karena kualitas sagu kita menjadi yang terbaik,” katanya.
Menurutnya dalam mengembangkan perkebunan sagu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya menggendeng kelompok tani. Agar nantinya pengembangan perkebunan sagu bisa mendorong ekonomi masyarakat.
“Kita terus meningkatkan luasan perkebunan sagu di meranti,” ujar Tengku Efendi.
Pembangunan perkebunan sagu masih menjadi konsentrasi Pemkab Meranti. Hal itu terlihat jelas dari perencanaan yang disiapkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Perjuangan membangun sagu menjadi komoditas perkebunan unggulan telah kita lakukan sejak Kepulauan Meranti ditetapkan menjadi sebuah Kabupaten pemekaran baru,”tambah Kepala Bappeda, Dr Ir Mamun Murod MM MH.
Dalam pengembangannya Pemkab Meranti menggandeng Balitbang dan Balitpalma. Dengan begitu dapat diteliti secara pasti kualitas dan keunggulannya dibandingkan potensi sagu didaerah lain.
“Selain terus mendorong industri hulu dari sagu itu sendiri, kita juga melakukan upaya mendorong industri hilirnya. Sehingga nantinya sagu bisa lebih diterima dan menjadi komoditas unggulan baru di Provinsi Riau dan Nasional,” terang mantan Kepala Dishutbun Kepulauan Meranti itu.
Menurutnya selain sehat, sagu juga mengandung banyak manfaat. Makanya tak heran jika Pemkab Meranti terus mengajak seluruh masyarakat didunia, khususnya di Indonesia agar menkonsumsi sagu. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan