Tingkatkan Produksi Ikan, Dinas Perikanan Meranti Terapkan Sistem Bioflok
Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 56 detik.
Tingkatkan Produksi Ikan, Dinas Perikanan Meranti Terapkan Sistem Bioflok
MERANTI - Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti tengah mengembangkan potensi perikanan. Satu di antaranya, yakni mengembangkan ternak ikan menggunakan sistem bioflok.
Sistem tersebut merupakan upaya meningkatkan produksi ikan di Meranti yang dinilai masih sangat rendah.
Dari data Dinas Perikanan setempat, produksi ikan budidaya di Meranti tahun 2017 lalu hanya 34 ton.
Padahal sebagai daerah kepulauan, Meranti memiliki perairan yang sangat luas untuk dijadikan kawasan budidaya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Anwar Zainal mengatakan pengembangan sistem tersebut dimulai dengan dilakukannya pelatihan. Pelatihan tersebut diikuti 28 nelayan budidaya di Meranti.
Latihan praktek tersebut kata Anwar Zainal akan dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Bantuan bioflok menyusul, yang penting mereka ahli dulu cara membudidayakannya," ujar Anwar Zainal.
Selain praktis, kata dia, budidaya ikan dengan sistem bioflok juga memiliki berbagai keunggulan lainnya. Di antaranya hemat lahan, hemat air, padat tebar, efisiensi pakan, kesehatan ikan, dan tekstur daging yang lebih hygienis dan baik.
Dikatakanya lagi, sistem bioflok merupakan model pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah menjadi gumpalan kecil. Sehingga bisa bermanfaat sebagan pakan alami ikan. Dengan demikian, pengeluaran pembudidaya dalam pembelian pakan bisa lebih irit. *
Kategori
Topik
Bagikan