Tahun 2019, Seluruh Wilayah Meranti Bakal Terang Benderang

Rabu, 19 September 2018. Waktu baca 1 menit 35 detik.
image
Tahun 2019, Seluruh Wilayah Meranti Bakal Terang Benderang

Selatpanjang - Program sesuai program Pusat menargetkan tahun 2019 seluruh kawasan hingga pelosok Indonesia akan teraliri listrik.
 
Suntikan program ini menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menciptakan wilayah terisolir atau desa yang belum menikmati aliran listrik.
 
Ada 30 Desa yang belum teraliri tersebut diantaranya, di Kecamatan Tasik Putripuyu sebanyak 4 Desa, Merbau 5 Desa, Pulau Merbau 6 Desa, Rangsang Barat 2 Desa, Rangsang 3 Desa, Tebingtinggi Timur 4 Desa, dan Kecamatan Rangsang Pesisir sebanyak 6 Desa.
 
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM berharap dengan pemanfaatan program pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang disosialisasikan oleh Kementerian ESDM RI beberapa waktu lalu, penerangan di Kepulauan Meranti sebagai pulau terdepan dan terluar di Indonesia dapat terwujud.
 
Bahkan, Ia meminta agar OPD terkait dapat bersinergi dengan program tersebut. Sehingga target yang yang dapat tercapai dengan baik.
 
"Rasio elektrifikasi Meranti sudah mencapai 77%, kita berharap sisanya bisa dibantu oleh Kementerian ESDM," harapnya.
 
Seperti diungkapkan Kementerian ESDM RI melalui Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Ir Maritje Hutapea. Ia mengatakan, masih ada sebanyak 2,519 Desa di Indonesia yang belum menikmati listrik atau sekitar 87,35% rasio elektrifikasi listrik untuk Indonesia.
 
Dimana, kata dia, tanah air menargetkan rasio elektrifikasi listrik secara keseluruhan minimal 92 persen. Tidak menutup kemungkinan bertambah setiap tahunnya hingga tahun 2019 mencapai minimal 97 persen.
 
"Upaya ini merupakan langkah sesuai program Pusat agar seluruh kawasan hingga pelosok Indonesia terang benderang," ujar Maritje, dalam sosialisasi LTSHE tahun 2017 yang digelar di Ballroom Grand Meranti Hotel, Selasa (19/9/2017).
 
Menurutnya, untuk Provinsi Riau rasio elektrifikasi listrik baru mencapai 89 persen, dimana masih ada sekitar 11 persen Desa lagi belum teraliri listrik. Sementara untuk meminimalisir desa-desa terpencil tanpa tersentuh listrik ini, kata dia, melalui program listrik pedesaan dari kementerian mudah-mudahan dapat terwujud sesuai komitmen Pusat.
 
"Kita (Kementerian ESDM, red) memiliki program listrik perdesaan yang tujuannya supaya bisa sampai ke Desa terpencil. Sebanyak 409 unit LTSHE akan dibagikan ke beberapa Desa khususnya di Kepulauan Meranti," terangnya. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti