Siaga Karhutla 2019, BPBD Meranti Dirikan Posko Siaga Darurat
Rabu, 27 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 56 detik.
Siaga Karhutla 2019, BPBD Meranti Dirikan Posko Siaga Darurat
SELATPANJANG - Sebagai langkah kesiapsiagaan bencana asap dan mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti mendirikan posko pemantau dan posko siaga darurat bencana tahun 2019.
Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengungkapkan, posko yang berada di area Kantor BPBD ini akan dioperasionalkan selama status darurat Karhutla. Posko ini sangat diperlukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana karhutla yang berdampak bencana kabut asap. Selain itu, juga untuk mengidentifikasi semua kebutuhan dalam operasi penanganan Karhutla, sehingga kebakaran dapat dicegah.
Posko ini, kata Edy, merupakan posko terpadu dalam penanganan karhutla, kabut asap di Kepulauan Meranti. Dalam pelaksanaannya, posko yang didirikan akan melibatkan unsur TNI, Polri serta lainnya.
Segala aktivitas yang berkaitan dengan penanggulangan dan pemadaman Karhutla serta informasi akan dipusatkan di posko siaga darurat Karhutla ini.
Posko siaga darurat Karhutla, menurut dia, jika terjadi bencana sewaktu-waktu, personil akan langsung bergerak menindaklanjutinya.
"Posko ini nantinya untuk pemantauan cuaca, titik api dan lainnya. Disini personil dari beberapa instansi terkait akan standby dan akan melakukan patroli," kata Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, Rabu (27/2/2919).
Kepala BPBD Kepulauan Meranti ini juga berharap kepada pihak perusahaan pengolahan sagu agar bisa bersinergi dengan BPBD untuk sama-sama mencegah serta ikut memadamkan api di wilayahnya.
Sebab, kata Edy, untuk mengatasi kebakaran lahan dibutuhkan sinergisitas dan keterlibatan semua pihak. Apalagi saat ini cuaca masuk musim kering sehingga cukup berpotensi terjadi kebakaran lahan.
"Kita sudah coba berkoordinasi ke pemilik kilang dan kebun sagu, tap nampaknya mereka kurang peduli. Saya harap mereka bisa pro aktif berkoordinasi, agar jika terjadi kebakaran kita bisa segera menanggulanginya," ujar Edy.
Kepala BPBD itu juga mengharapkan kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan musim panas atau kemarau ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. Dan jangan cuek terhadap kebakaran kecil, saat ini musim kering ditambah angin kuat akan menjadi pemicu kebakaran yang besar," ungkap Edy.
Sementara itu, dalam mengantisipasi Karhutla, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti telah mengeluar Warkah Amaran atau surat imbauan yang berisi tentang pencegahan. Sehingga masyarakat bisa membantu mencegahnya secara bersama.
Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Sri Muzamil Baharuddin mengatakan Warkah Amaran tersebut sudah disampaikan kepada masyarakat Selain itu selebaran juga dibagikan kepada masyarakat melalui Pemerintahan.
“Melalui Warkah Amaran ini kita harapkan seluruh elemen masyarakat bisa benar-benar membantu mengatasi Karhutla. Sehingga bisa dicegah terjadi,” katanya. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan