Sagu Meranti, Dulu Pengusaha Ngutang Sekarang Malah Booking
Selasa, 8 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 18 detik.
Sagu Meranti, Dulu Pengusaha Ngutang Sekarang Malah Booking
MERANTI - Para pengusaha kini menerapkan sistem booking atau bayar di muka untuk mendapatkan sagu produksi Kabupaten Kepulauan Meranti. Padahal dulu tidak jarang dari mereka yang hutang lebih dulu tiga hingga empat bulan paska transaksi.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP), Ifwandi mengatakan para pengusaha dari Cirebon sudah sejak lama membeli tepung sagu Meranti.
"Dulu pengusaha ngutang, baru dibayar setelah tiga hingga 4 bulan," katanya.
Namun, paska seminar internasional sempena hari pangan sedunia di Pekanbaru, sagu Meranti menjadi incaran banyak pengusaha. Saat seminar itu, dipaparkan tentang olahan berbahan dasar sagu dan manfaat sagu dari sisi kesehatan.
"Sekarang malah booking. Pengusaha bayar dulu uangnya, padahal tepung sagu belum diproduksi," beber Ifwandi.
Selain menjadi angin segar bagi pengusaha sagu di Meranti, tingginya permintaan tepung sagu dari luar juga menjadi kendala UMKM lokal untuk mendapatkan bahan baku. Akhir tahun 2018 tepung sagu yang bagus untuk dijadikan mie sagu, langka di Kepulauan Meranti.
" Ini membuat produksi UMKM terganggu. Saya pernah berkoordinasi dengan pengusaha sagu di Meranti untuk menyisihkan bahan baku guna dijual kepada UMKM lokal, tapi sudah tidak ada celah," kata Ifwandi.
Mengantisipasi agar kedepan bahan baku senantiasa tersedia untuk UMKM, akan dibangun pabrik pengolah sagu menjadi tepung sagu. Pabrik ini akan dipercayai pengelolaannya kepada UMKM yang aktif.
Bambang Hariyanto, Peneliti Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pernah memaparkan manfaat beras sagu bagi kesehatan. Beras sagu dinyatakan sangat bagus dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Meranti yang memiliki wilayah (lahan) gambut. Selain menjadi andalan pangan kedepannya, sagu juga telah diolah menjadi berbagai makanan dan obat-obatan. (Humas/001)
Kategori
Topik
Bagikan