Sagu Dan Kopi Liberika Jadi Potensi Yang Membuat Meranti Dikenal
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 50 detik.
Sagu Dan Kopi Liberika Jadi Potensi Yang Membuat Meranti Dikenal
MERANTI – Memang potensi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, cukup banyak. Terutama potensi perkebunan. Mulai dari Sagu, Kopi Liberika, Arang, Kelapa dan lainnya.
Namun yang peling menonjol, sehingga membuat Kabupaten termuda di Riau itu lebh dikenal tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga dunia, adalah Sagu dan Kopi Liberika.
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, mengaku perlu peningkatan produksi dan perluasan pemasaran dari kedua produk unggulan tersebut. Agar secara otomatis akan membantu ekonomi daerah.
"Sagu sudah mulai dilirik dan dianggap sebagai pangan alternatif dunia. Bahkan, berhasil menjadi varietas sagu Nasional. Bagaimana tidak, karena Meranti dijuluki sebagai daerah penghasil sagu berkualitas terbaik terbesar di Indonesia dan ketiga di dunia. Sagu yang diolah menjadi bahan tepung kering sudah diekspor kesejumlah negara seperti, Singapura, Malaysia, dan Jepang," ungkap Bupati.
Apalagi, tanaman sagu sudah mulai dilirik dan dikembangkan oleh daerah lainnya di Indonesia. Khususnya diwilayah bagian timur Indonesia seperti Papua, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Karena disana sagu mejadi bahan pangan pokok bagi mereka.
Upaya Bupati Irwan yang berjuang memperkenalkan sejumlah produk turunan dari sagu berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat jelas dengan semakin menjamurnya Usaha Kecil Menengah (UKM) produk.
"Saya juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian untuk memasukkan sagu kedalam program pengembangan pangan nasional dalam upaya ketahanan pangan," ujarnya.
Menyusul untuk mengejar target dalam menjadikan sagu sebagai ketahanan pangan nasional, Pemkab Meranti terus mendorong produksi dan inovasi pengolahan sagu diantaranya, dengan membangun sentra industri kecil dan menengah sagu di Sungai Tohor dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar yang didanai oleh APBN.
Selain itu, yang juga menjadi potensi unggulan perkebunan yakni Kopi Liberika Meranti. Kopi ini merupakan kopi khas Pulau Rangsang yang selama ini sudah diekspor ke Malaysia. Kopi Liberika Meranti memiliki cita rasa khas dan sudah ditetapkan sebagai salah satu top brand kopi nasional.
"Namun sayangnya komoditas kopi menghadapi tekanan berat. Sehingga harganya mengalami fluktuasi, akibat turunnya harga pasar dunia,"sebut Irwan.
Salah satu anggota DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi menilai keda produk unggulan tersebut harus terus dikembangkan. Agar masyarakat semakin bersemangat untuk memmpertahankan, atau bahkan meningkatkan produksinya.
“Pemerintah juga harus hadir utuk menjaga harga pasar. Jika perlu, dapat meningkatkannya. Supaya produk khas Meranti itu semakin bernilai ekonomi tinggi,” harap Dedi. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan