Retas Kemiskinan, 5 Persen Mustahiq Berubah Jadi Muzaki

Senin, 18 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 41 detik.
image
Retas Kemiskinan, 5 Persen Mustahiq Berubah Jadi Muzaki

MERANTI - Melalui program zakat produktif, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepulauan Meranti ikut memberikan andil dalam meretas angka kemiskinan di Kepulauan Meranti.

 

Ketua Baznas Kepulauan Meranti Sunarto, S,Ag melalui Kepala Sekretariat Sufriyono, SSos, Senin (11/2/19) mengatakan sebesar 5 persen jumlah mustahiq atau penerima Zakat Produktif kini telah menjadi muzaki. Angka tersebut dirangkum dari awal tahun hingga akhir 2018 lalu.

 

"Hingga saat ini terdapat 138 mustahiq yang mendapat progran produktif. Secara garis besar 5 persen diantaranya kini menjadi muzaki. Jelas berdampak besar dalam meretaskan kemiskinan," ungkapnya.

 

Menurutnya Baznas sangat konsen memperluas manfaat bagi mereka yang tergolong sebagai mustahik. Sebelum ini, terdapat 1957 orang mustahik merasakan manfaat enam program unggulan mereka, termasuk program produktif.

 

Total anggaran zakat yang didistribusikan terhadap enam program unggulan sebesar Rp 1.645.292.473. Jumlah itu tersebar di seluruh Kecamatan di Kepulauan Meranti. Sumbernya meliputi dana zakat, infaq hingga sedekah sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 1.718.851.473 dengan sisa saldo sebesar Rp 73.559.272.

 

Setiap zakat yang dibayarkan melalui Baznas tercatat dan terekam kedalam Sistem Informasi Manajemen Badan Amil Zakat (SIMBAZ).

 

"Semuanya terbuka dan akuntabel. Jadi, muzakki jangan bimbang dan khawatir," tegasnya.

 

Baznas tetap konsen untuk memberikan dan menyampaikan informasi berupa laporan kepada muzaki. Minimal menurutnya segala program yang dijalankan memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat.

 

Upaya tersebut dinilai berhasil dengan diterimanya penghargaan Baznas Award 2018 lalu. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kepulauan Meranti, terutama dalam meretaskan kemiskinan.

 

"Meskipun Kepulauan Meranti sebuah Kabupaten baru, tapi keberadaan Baznaz di Meranti mempunyai arti yang cukup penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kecil," kata Irwan.

 

Untuk itu, ia selaku kepala daerah Meranti terus mendorong apa yang menjadi atensi kerja Baznas Meranti. Menurutnya ekonomi Islam menjadi sebuah kekuatan baru yang harus diberikan luang dan bisa menyentuh langsung pada masyarakat.

 

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi mengaku bahwa keberadaan Baznas sangat diharapkan membantu Pemerintah. Salah satu nya untuk menurunkan angka kemiskinan di Meranti.

 

“Memang Baznas terus kita dorong untuk membantu Pemerintah. Sehingga dengan upaya bersama penurunan angka kemiskinan bisa semakin cepat dilakukan,” kata Irwan. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti