Walau Minim Sumber Air, Dua Titik Kahutla Di Meranti Masuki Proses Pendinginan

Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 36 detik.
image
Walau Minim Sumber Air, Dua Titik Kahutla Di Meranti Masuki Proses Pendinginan

MERANTI--Dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali membara. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sejak beberapa hari terakhir. Tepatnya di Kecamatan Rangsang, dan Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Proses pemadaman masih berlangsung oleh tim pemadam dari lintas sektor dan masyarakat setempat, hingga Selasa (6/8/19) sore. Namun, upaya pemadaman dibentur dengan persoalan klasik, yakni sulit menemukan sumber air.

Dikatakan Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ekaliptus. Seperti proses pemadaman di Dusun Pinang II, Ds. Kampung Balak, Kecamatan Tebingtinggi Barat, pihaknya terpaksa membangun sekat anak sungai untuk mendapatkan persediaan sumber air.

"Kalaun untuk status api sudah berkurang. Saat ini masuk proses pendinginannya saja. Semula sempat keteteran karena sumber air tidak ada. dampaknya kami harus membuat sekat pada anak sungai terdekat," ungkapnya.

Khusus di Desa Kampung Balak perkiraan luas kebakaran kurang lebih 10 hektar. Dalam proses pemadaman ditangani oleh 41 personil.

Namun, dari laporan yang ia terima, api masih menyala di Dusun Parit Budi, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang. Kendala mereka juga terkait hal yang sama, sulitnya mendapatkan sumber air sehingga tim pemadam membuat beberapa titik embung menggunakan alat perusahan PT. SRL.

"Embung yang ada tidak bisa megcover persediaan air. airnya habis. Dan solusi dari petugas yang di sana mereka juga membangun beberapa embung dengan jarak yang tidak jauh. Berharap sama mata air saja. Sumber air dikuras secara rolling dari masing masing embung," ungkapnya.

Sementara untuk luas area api leboh kurang 10 hektar dan ditanggulangi oleh 58 personil yang tergabung dari jajaran Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan, personil PT. SRL dan masyarakat peduli api setempat.

Untuk kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Meranti perkiraannya masih stabil. Pasalnya kebakaran dapat ditangani secara cepat oleh tim pemadam dari lintas sektor.

Hasil dari kordinasi dan kerja keras tersebut, dari informasinyang diterima dari Danramil Mayor TNI Irwan, Rabu (7/8/19) siang bahwa semua titik api dapat dijinakkan oleh tim pemadam.

"Saat ini yang di kampung balak apinya sudah padam. Untuk yang di Ranhsang juga sama. Saat ini pasukan masih stembye di lokasi untuk melakukan proses pendinginan,"ujarnya. (hms/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti