Realisasi Pajak 2018 Surplus

Senin, 7 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 36 detik.
image
Realisasi Pajak 2018 Surplus

MERANTI – Penerimaan dari Pajak pada tahun 2018 lalu mengalami surplus. Capaiannya melebihi target yakni 101,25 persen.

 

Salah satu item Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Meranti itu berhasil mengumpulkan Rp 13,071,840,552. Sementara target yang telah ditetapkan sebesar Rp 12,910,000,000. Dari itu juga dapat dinyatakan surplus hingga Rp 161,840,552 juta.

 

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Badan Retribusi dan Pajak Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Ery Suhairi, Jumat (4/1/19) siang.

 

Menurutnya reliasisai tersebut dampak dari empat sektor pajak daerah yang melebihi target. Adapun sektor pajak terkait diantaranya, Pajak Hotel, Pajak Restorant, Pajak Reklame dan pajak Sarang Burung Walet yang tersebar di Meranti.

 

Empat sektor itu juga terdiri dari sepuluh sektor pajak daerah yang telah ditetapkan dalam Perda. Namun ia tidak menyangkal terdapat beberapa sektor pajak yang tidak mencapai target.

 

"Dari keseluruhan ada beberapa sektor pajak yang tidak terealisasi secara maksimal. Salah satunya contohnya pajak hiburan," ungkapnya.

 

Dengan realisasi tidak lebih dari 55,66 persen, pajak hiburan hanya terkumpul Rp 194,807,783. Atau lebih kecil dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp 350,000,000.

 

Menurutnya penyebab utama bukan tidak maksimalnya kinerja mereka. Namun ada pelaku pajak yang mendapatkan keringanan langsung dari Pemkab Meranti. Yakni, tax holiday atau pengampunan pajak hingga waktu tertentu.

 

"Sebenarnya tercapai. Namun kita membuat kebijakan tax holiday kepada Grand Meranti Hotel. karena mereka tergolong usaha baru. Dan itu dampak dari peralihan pengelola," ungkapnya.

 

Saat ini pada hotel tersebut telah mendirikan beberapa sub usaha hiburan seperti, SPA (Solus Per Aqua), Karouke, serta Fasilitas Fitnes.

 

Ketua komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandi yang dikonfirmasi mengaku mengapresiasi realisasi target Pajak Daerah yang sudah diraih Meranti.

 

Menurutnya untuk mencapai realisasi yang telah ditargetkan memang berat. Terlebih tidak didukung dengan aplikasi yang terintegrasi.

 

"Ada beberapa sistem per- pajakan di Meranti masih menggunakan sistem manual. Ya, dengan suplus realisasi pajak ini, saya rasa itu suatu prestasi yang baik. Saya juga kenal baik sama Pak Kaban (Kepala Badan)-nya.  Orangnya pekerja keras," ujarnya. (Humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti