Potensi Wisata di Desa Mekong Sangat Besar

Kamis, 16 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 50 detik.
image
Potensi Wisata di Desa Mekong Sangat Besar

MERANTI - Terletak di depan Selat Melaka dan telah memiliki fasilitas jalan yang bagus, menjadi nilai tambah tersendiri untuk Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulaua Meranti, Riau. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat itu dinilai memiliki potensi wisata yang sangat besar.

Sebagaimana Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Darwin Susandy SHum. Kata Darwin, desa itu diuntungkan dengan letak yang tak jauh dari Ibukota dan berada tepat di depan Selat Melaka.

Adapun beberapa hal yang mendukung untum mewujudkan itu antara lain, jarak Desa Mekong dengan pusat Ibukota Kepulauan Meranti (Kota Selatpanjang) cukup dekat. Akses jalan menuju ke Mekong juga sudah sangat bagus. Ditunjang pula dengan letak desa tepat di depan Selat Melaka yang merupakan jalur sibuk lintasan banyak kapal serta feri.

"Potensi wisata di Desa Mekong sangat besar. Ini harus jadi salah satu ikon wisata andalan di Kepulauan Meranti," kata Darwin.

Sebagai tempat baru pengembangan kepariwisataan, Darwin optimis hal itu bisa terlihat hasil dengan waktu tidak begitu lama. Ia pun menyarankan pihak terkait seperti Disparpora, Dinas PU bisa bersinergi melakukan pembangunan di sana.

"Tepi pantai (turap, red) buat tulisan nama dengan huruf yang besar agar saat kapal melintas bisa membaca dan tertarik mau datang," tambah Darwin sambil mencontohkan tulisan Hollywood, Welcome Batam, dan Suwarnadwipa.

"Ini merupakan tempat baru yang harus kita kembangkan untuk menarik minat wisatawan. Posisi pantai sangat bagus, terletak di depan Selat Melaka," tambah Darwin.

Apa yang disampaikan Darwin, sebenarnya sudah terfikirkan oleh warga dan kepala desa setempat. Namun, kendala anggaran menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini belum juga ada lokasi wisata di desa yang terletak depan Selat Melaka itu.

Saat ini, turap penahan ombak itu telah banyak yang rusak dan tumbang akibat terjangan ombak. Padahal, dari dulu telah diajukan oleh Pemdes Mekong agar direhab, mengingat untuk membangun turap baru membutuhkan biaya yang tak sedikit.

"Mengatasi masalah abrasi ini menjadi prioritas kita. Setiap Musrenbang, masalah perbaikan turap terus kita ajukan," aku A Rahman S, Kades Mekong.

Jauh sebelum ini, Kepala Disparpora yang saat itu Ishak Izrai juga telah meninjau laut Mekong. Ia berencana membangun jembatan dan beberapa gazebo untuk orang bersantai. Namun, hingga pertengahan 2019, dan Kadisparpora pun beberapa kali diganti, apa yang diwacanakan tersebut belum terealisasi. (humas/001)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti