Populasi Sapi Kepulauan Meranti Meningkat
Rabu, 14 November 2018. Waktu baca 2 menit 50 detik.
Populasi Sapi Kepulauan Meranti Meningkat
Selatpanjang - Popululasi sapi di Kabupaten Kepulaun Meranti kembali meningkat, setelah sempat turun drastis pada 2016 lalu. Hal itu terpantau dari data terakhir yang dilansir oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP), Rabu (14/11/18) pagi.
Kabid Peternakan, Dinas Peternakan Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kepulauan Meranti, Armizar mengatakan, populasi sapi akhir tahun 2017 mencapai 3,923 ekor, setelah sempat turun 2016 lalu yang hanya terdapat 3,581 ekor saja.
"Dari data itu memang sempat terjadi penurunan pada 2016. Melalui program Upsus Siwab (sapi wajib bunting) tahun 2017 populasi sapi di Meranti kembali bertambah sekira 345 ekor dengan total pupulasi mencapai 3,923 ekor," kata Armizar.
Walaupun belum mencapai populasi maksimal sepert 2015 ilam yang mencapi 4478 ekor, dia mengaku tetap optimis akhir tahun 2018 ini populasi sapi di Kepulauan Meranti kembali terjadi peningkatan. Perkiraan itu berdasarkan target dan estimasi dari laporan dan pendataan sementara yang dilakukan per November 2018.
Menjelang berakhirnya semester kedua tahun ini, kata Armizar, terdapat 117 ekor sapi bunting melalui Inseminasi Buatan (IB). Bahkan, saat ini masih terdapat 87 ekor sapi yang akan lahir melalui program tersebut. Belum lagi ditambah dengan jumlah sapi bunting secara alami yang berjumlah 170 ekor. Mantapnya lagi, selama 2018 juga terjadi peningkatan pada sapi yang lahir secara alami yang berjumlah 205 ekor.
"Tahun 2018 ini kita juga akan kembali menyalurkan bantuan sapi kepada masyarakat melalui salah satu program Pemprov Riau. Jumlahnya 45 ekor, jenis Sapi Madura," ungkapnya.
Bantuan itu digulirkan untuk tiga kelompok di tiga desa, diantaranya Kelompok Tuah Pulau Desa lukit, Jabi Makmur Desa Sokop dan kelompok
Maju Jaya Desa Tanjung Bakau. Setiap kelompok akan mendapatkan 15 ekor sapi dari total keseluruhan sebanyak 45 ekor. Saat ini instansi terkait masih menunggu. Jika tidak da aral, dalam waktu dekat akan digulirkan.
Upaya pembiakan menggunakan sistem IB, kata Armizar, akan terus diprioritakan. Hal itu mengingat efektivitas program tersebut baik jika dibandingkan dengan pola alami.
"Persentasenya sangat baik jika dibandingkan dengan alami. Untuk itu, kepada peternak kami minta terus berkoordinasi dengan kami agar segala program terkait dapat tercover dengan baik dari kami ke para peternak," ujarnya.
Keberhasilan program tersebut, juga dirasakan Mis, salah seorang peternak sapi Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kepuluan Meranti. yang Menurut dia, dukungan pemerintah dalam program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) cukup membantu. Melalui program Siwab yang didukung teknik inseminasi buatan (IB), jumlah sapi yang dimilikinya, kini bertabah melampaui ekspetasinya jauh sebelum ini.
Awal 2014, sebelum ada program Siwab melalui inseminasi buatan, Mis mengaku harus menunggu cukup lama untuk menunggu indukan sapinya bunting. Melalui proses normal, kawin alami dilakukan dengan mencampur sapi jantan dan sapi betina pada masa birahi. Sistem tersebut membutuhkan waktu lama, sehingga ia beralih ke sistem inseminasi buatan.
Berbeda dengan sistem kawin suntik. Dia mengaku sistem ini memiliki persentase berhasil sekitar 90 persen, sehingga ia menerapkan pada indukan lain. Setelah petugas inseminasi buatan dari Dinas Peternakan menawarkan kawin suntik kepada sapi miliknya, dua ekor sapi indukannya sukses bunting dan melahirkan.
Indukan pertama yang sudah melahirkan pada pertengahan 2017 silam, bahkan kini sudah berumur sekitar delapan bulan. Selanjutnya, indukan kedua melahirkan sekitar dua pekan yang lalu.
Kini, jumlah indukan dan anak sapi hasil inseminasi buatan indukan sapi miliknya berjumlah tujuh ekor. Kawin suntik ketiga akan dilakukan pada indukan lain untuk menambah populasi ternak sapi miliknya.
“Dalam waktu dekat, saya akan membuat kandang baru, karena kapasitas kandang sudah tidak mencukupi setelah dua indukan melahirkan,” terang Mis. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Politik dan Pemerintahan
Topik
Bagikan