Permintaan Abon Sagu Telur Tinggi
Senin, 11 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 10 detik.
Permintaan Abon Sagu Telur Tinggi
MERANTI - Sebagai lumbung produk sagu nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau juga ambil kesempatan untuk memproduksi massal jajanan abon sagu telur.
Rencana tersebut mulanya diadopsi atas besarnya pemintaan dalam persediaan jajanan yang hingga hari ini masih tersedia di gedung promosi didaerah tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, (Disperindagkop-UKM) Meranti, Mohammad Aza Fahroni mengatakan permintaan produk tersebut dinilai sangat tinggi. Bahkan sulit dipenuhi.
Menurutnya penggemar rata-rata dari luar daerah seperti dari Kepulauan Riau (Kepri), dan daerah lain di Riau. Termasuk juga dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
"Memang tajam penjualan abon sagu telur ini. Bentuknya bulat, hampir sama dengan bentuk kacang pilus," ungkapnya.
Melihat peluang itu, hadirlah rencananya untuk memproduksi massal jajanan abon sagu telur itu. Dalam menentukan pangsa, saat ini pihaknya sedang menyusun konsep kemasan, berat packing, hingga penentuan harga persatuan.
"Langkah itu sebagai penentu kualitas produk yang kita jual. Ini yang sedang kami susun konsepnya," ungkapnya.
Terpisah salah seorang warga lokal Meranti, Fery mengaku sangat suka dengan abon telur sagu. Bahkan ia rutin membeli dan menjadi penggemar. Menurutnya jenis jajanan tersebut sangat layak untuk diproduksi secara massal.
Selain memiliki rasa gurih, yang menkonsumsi abon sagu telur pasti membuat ketagihan dan tidak sekeras kacang pilus.
"Apalagi jika dimakan dengan nasi, sangat enak dan gurihnya pasti membuat ketagihan. Tidak seperti pilus, yang cukup keras," akunya. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan