Perkenalkan Sagu Meranti ke Dunia Luar, Ini yang Dilakukan Pemdes Mekar Sari
Minggu, 28 April 2019. Waktu baca 2 menit 1 detik.
Perkenalkan Sagu Meranti ke Dunia Luar, Ini yang Dilakukan Pemdes Mekar Sari
SELATPANJANG--Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dikenal dengan sagunya. Menyikapi hal tersebut, Pemdes Mekar Sari bersama Wetland Internasional (WI) Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) serta masyarakat Desa Mekar Sari mengadakan Sosialisasi serta analisis usaha perkebunan sagu yang diadakan di Desa Mekar, Rabu, (03/04/2019).
Selain memperkenalkan sagu Meranti ke dunia luar, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Sosialisasi serta analisis usaha perkebunan sagu yang diadakan di Desa Mekar Sari, juga turut hadir Kepala Desa Mekar Sari.Erman.S.Pd, Tengku Rivanda Anshori dari (JMGR) Sabar ketua BPD Mekar Sari, RT.RW dan masyarakat Desa Mekar Sari.
Erman S.Pd, Kepala Desa Mekar Sari memaparkan potensi alam. Selain Irian dan Kalimantan, Kabupaten Kepulaun Meranti Propinsi Riau juga dianugrahkan sebagai lahan emas untuk lahan ketahan pangan masa depan.
"Terutama di desa kami (Desa Mekar Sari, red) kami memiliki lahan yang cukup luas untuk tanamam sagu. Selain itu, analisis usaha perkebunan sagu memang usaha masyarakat yang sejak turun-temurun dan bisa membangkitkan martabat untuk meraih, dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat serta bersaing dengan yang lain dimasa depan, "katanya.
Dijelaskan dia, Sagu merupakan komoditi primadona bagi masyarakat Kepulauan Meranti, khususnya masyarakat Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Beberapa tahun terakhir ini, pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti sedang giatnya membangun sentral pengelolaan sagu mengingat permintaan di pasaran yang sangat besar dan meningkat terhadap sagu Meranti.
"Melihat kondisi tersebut, Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) bersama Wetland Indonesia Internasional, mengadakan FGD untuk melihat bisnis plan sagu ini kedepannya yang difasilitasi oleh Tengku Rivanda Anshori dari Wetland Indonesia Internasional, "ungkapnya.
Tengku Rivanda Anshori dari Wetland Indonesia Internasional mengatakan, untuk berbicara kelanjutan bisnis ini, pihaknya juga harus memastikan bahwa semua pelaku bisnis bisa menjamin keberlanjutan bisnis sagu mulai dari pelaku terkecil yaitu petani.
"Petani harus menjamin bahwa kebutuhan bahan baku untuk diproses menjadi pati sagu tetap tersedia sesuai permintaan pasar" tambah rivanda.
Syahrudin dari JMGR juga mengungkapkan bahwa petani dan pelaku usaha lainnya di bisnis sagu ini juga harus bisa mengorganisir diri untuk membangun kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan bisnis ini.
"Salah satu bentuk dari organisasi yang bisa dibangun adalah koperasi yang beranggotakan para pelaku bisnis sagu ini", pungkas Syahrudin.
Ditempat yang sama, Sabar sebagai Ketaua BPD mengatakan masyarakat Desa Mekar Sari sangat berhap kepada pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat, juga kepada lembaga yang fokus terhadap lingkungan bisa membantu agar program-program yang membangkitkan ekonomi msyarakat, terkhusus Desa Mekar Sari agar terus di kembangkan. (Humas /013).
Kategori
Topik
Bagikan