Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Ingatkan Jajarannya Hati-hati
Senin, 25 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 37 detik.
Pengadaan Barang dan Jasa, Bupati Ingatkan Jajarannya Hati-hati
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti, Riau mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa karena sangat rawan pelanggaran.
Sehingga menjadi perhatian khusus dari aparat penegak hukum.
"Khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi. Besok pagi saya dan Pak Sekda juga diundang oleh konsultan KPK dalam rangka membuat pemetaan untuk mencegah terjadinya korupsi di lingkungan Pemkab Meranti. Pintu masuknya saat ini di pengadaan bang dan jasa," kata Irwan saat membuka Sosialisasi Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 4.3, bertempat di ballroom Grand Meranti Hotel, Senin (25/02/2019).
Belajar dari pengalaman, kata Irwan, selama dirinya menjabat sebagai bupati sejumlah Aparatur sipil Negara (ASN) di kepulauan Meranti tersangkut masalah hukum bahkan hingga dipenjara.
"Saya tidak mau masalah ini terulang kembali. Saya tidak mau pejabat-pejabat di lingkungan Kepulauan Meranti harus berurusan dengan aparat hukum hanya karena ketidaktahuan atau hanya karena kelalaian atau adanya kongkalikong dengan pihak tertentu yang menyebabkan kita tidak independen," tegasnya.
Untuk itu Irwan berharap melalui pelatihan tersebut, dapat meningkatkan SDM pejabat di lingkungan Pemkab Meranti.
"Untuk dapat meng-update dan meng-upgrade SDM agar bisa menjawab tantangan dalam bidang pengadaan barang dan jasa," ujar bupati.
Pengadaan barang dan jasa dikatakan Irwan merupakan hal yang penting dalam menjamin masyarakat Kepulauan Meranti bisa mendapatkan pelayanan publik dengan baik dan kualitas barang yang terjamin.
"Saya menginginkan masyarakat mendapatkan satu produk pembangunan yang berkualitas tinggi," tutur Irwan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis juga menghimbau agar pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai dengan kerangka acuan yang sudah dibuat.
"Latar belakangnya ada, tujuannya ada, sarannya ada, apa hasilnya yang mau dicapai, stepnya harus ada langkah-langkah yang harus kita lakukan," ujar Yulian.
Dirinya juga menegaskan agar semua OPD membuat kerangka acuan dari semua kegiatan yang akan dilakukan. "Dan itu bisa kita pertanggung jawabkan di laporan kinerja kita ke depan," ujarnya.
Dirinya berharap kegiatan ini digunakan para peserta dengan baik. "Jangan sampai nanti kalau sudah kita lakukan pelatihan sistem aplikasi ini, sampai di kantor masuk telinga kiri keluar telinga kanan," lelaki yang biasa disapa Icut itu. (Humas/019)
Kategori
Topik
Bagikan