Pemkab Susun DED Sentra Kelapa di Rangsang

Kamis, 7 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 37 detik.
image
Pemkab Susun DED Sentra Kelapa di Rangsang

MERANTI - Untuk memaksimalkan produksi dan potensi kelapa di Pulau Rangsang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti akan segera membangun Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) kelapa di kawasan tersebut. Saat ini Detail Engineering Design (DED) rencana itu sedang disusun.

"Iya DED nya sedang kita susun dan ini menjadi harapan seluruh petani kelapa di Kecamatan Rangsang. Targetnya tahun depan ini bisa menjadi prioritas dan segera dibangun,"ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kepulauan Meranti, Aza Fahroni.

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir Msi mengaku kerap menerima keluhan dari sejumlah petani kelapa di daerahnya. Langkah tersebut untuk menghindari permainan jahat yang digunakan oleh kartel atau pemain dari dalam dan luar negeri.

"Akibat tidak adanya sentralisasi penampungan hasil perkebunan kelapa oleh pemerintah, menimbulakn anjloknya harga kelapa di daerah," sebutnya.

Menurut Irwan, dengan adanya jaringan tersebut, harga kelapa yang harusnya bisa dijual Rp 3.300 hingga Rp 3.500 perkilogram kini hanya dihargai oleh tengkulak Rp 2.500 per-kilogramnya. Sementara jelas Irwan, harga pasar kelapa di Batu Pahat, Malaysia masih tinggi. Hal ini tentu merugikan petani dan menyulitkan ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti tidak bisa menikmati hasil yang semestinya.

"Ini terjadi akibat adanya kartel yang dibuat oleh pengusaha Malaysia yang bekerjasama dengan para tengkulak yang ada di Meranti. Bisa dibuktikan, contohnya jika petani menjual langsung dapat dipastikan sesampai di Batu Pahat akan ditolak karena tidak mendapat izin dari pengusaha yang ada di Malaysia (Fama)," tuturnya.

Irwan menjelaskan, setiap hari aktivitas pembongkaran kelapa yang berasal dari Meranti, Indragiri Hilir, Pelalawan, Sumatera Selatan dan lainnya di Batu Pahat mencapai kurang lebih Rp 300 ribu butir per-hari.

"Khusus dari Meranti sebanyak dua juta butir perbulan," ungkapnya.

Apalagi sambungnya lagi, Meranti dan daerah lainnya di Riau, Kepulauan Riau termasuk Sumatera Selatan, merupakan daerah pengekspor kelapa terbesar. Tercatat jumlah kelapa yang dikirimkan ke Batu Pahat, Malaysia tiap bulannya mencapai 9 juta butir.

"Ini data riil yang saya dapatkan dari peninjauan langsung ke Batu Pahat. Makanya kita butuh sentra IKM kelapa agar masalah tersebut bisa teratasi," ujarnya. (Humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti