Pemkab Meranti Mulai Kembangkan LEM

Selasa, 27 November 2018. Waktu baca 1 menit 15 detik.
image
Pemkab Meranti Mulai Kembangkan LEM

Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau saat ini mulai mengembangkan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM), guna  mengoptimalkan potensi dan sumber daya desa di sektor pertanian dan perkebunan.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kepulauan Meranti, Agustia Widodo menjelaskan, melalui lembaga ini petani bisa dengan mudah mengakses sarana dan hasil produksi mereka. Untuk tahun 2018 ini pihaknya baru membentuk LEM di tiga desa, yaitu Kundur, Lukun, dan Desa Kedaburapat.

"Untuk percontohan tiga desa dulu. Jika di tiga desa itu sukses, baru kami bentuk di desa lainnya," ujar Agustia, Selasa (27/11/2018).

Widodo juga mengimbau kepada para petani yang berada di tiga desa tersebut agar mendaftarkan dirinya sebagai anggota LEM. Dengan begitu, LEM bisa membantu memasarkan produk pertanian dan perkebunan mereka.

"Apapun hasil pertanian mereka bisa dipasarkan. Sebab, LEM memiliki jaringan se-Indonesia. LEM ini langsung berhubungan dengan pihak Kementerian Pertanian di bawah Direktorat Perkebunan," ujar Widodo.

Lembaga Ekonomi Mayarakat (LEM) ini juga akan mengolah hasil pertanian dan perkebunan masyarakat agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sebab, LEM memiliki mesin pengolahan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

"Tergantung komoditi unggulan di desa itu masing-masing. Misalnya kopi, akan ada mesin pengolahan kopinya," ujar Sekretaris Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kepulauan Meranti, Agustia Widodo.

Selain membantu pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, petani yang tergabung dalam LEM juga difasilitasi mendapatkan modal ringan. Namun, petani yang akan mendapatkan manfaat itu semua adalah petani yang menjadi anggota LEM.

"LEM ini sifatnya seperti koperasi. Ada iuran per bulannya. Dari iuran itu akan dijadikan modal bagi petani," ujar Widodo.(MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti