Atasi Abrasi, Pemda Meranti Butuh Rp. 3,6 Triliun
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 26 detik.
Atasi Abrasi, Pemda Meranti Butuh Rp. 3,6 Triliun
MERANTI-Penanggulangan abrasi di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti jadi atensi pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Perbatasan Sekretariat Daerah, Efialdi, Selasa (25/6/19) siang. Kabar tersebut dibeberkannya berdadasarkan informasi yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI dalam percepatan pemulihan kawasan pesisir di pulau-pulau perbatasan dengan Malaysia di Wilayah Provinsi Riau.
"Salah satu pulau yang masuk skala prioritas informasinya adalah Pulau Rangsang. Dampak luas abrasi di pulau itu saat ini tidak kurang dari 73,47 KM," ujarnya.
Sementara laju abrasi di sana hampir mencapai 13,18 hektar per tahun. Namun, dampak abarasi tidak hanya terjadi di Pulau Rangsang saja. Khusus di Kabupaten Kepulauan Meranti, abrasi juga terjadi di Pulau Merbau, Pulau Padang dan Pulau Tebingtinggi.
Alhasil, dari bencana itu timbullah dampak sosial budaya yang membuat hilangnya fasilitas sosial. Sementara untuk dampak ekonomi, rusaknya kebun dan sirnanya lahan dan permukiman masyarakat.
"Banyak dampaknya. Abrasi ini juga berdampak atas berkurangnya panjang garis pantai, dan intrusi air laut hingga rusaknya ekosistem magrove. Jadi, ruginya memang banyak jika tidak cepat ditanggulangi," ungkapnya.
Atas minimnya kemampuan anggaran daerah dalam penanggulangan bencana itu, ia tidak menyangkal menjadi penyebab utama berlarutnya masalah abrasi di Meranti. Terlebih besarnya anggaran yang dibutuhkan.
"Dari naskah yang kami susun saat melibatkan berbagai pihak, dalam penanggulangan abrasi di Meranti dibutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp. 3,6 triliun dengan sistem hybrid engineering untuk mitigasi abrasi seluruh pesisir pantai di Meranti," ungkapnya.
Karenanya, selaku perwakilan dari Pemda Meranti, Efialdi sangat beharap peran dari pemerintah pusat dan Provinsi Riau untuk bisa mengatasi masalah tersebut.
"Memang dari informasi yang saya terima perintah pusat dalam waktu dekat akan membentuk tim khusus yang menyertakan kalangan akademisi untuk melakukan kajian abrasi Meranti. Mudah-mudahan dapat memberikan solusi pasti dari masalah abrasi di Meranti. Sehingga Pusat dapat ringan tangan untuk mengatasi hal itu," ujarnya.(Hms/003)
Kategori
Topik
Bagikan