Pemkab Meranti Dukung Program Enterpreneur Ponpes Darul Fikri
Kamis, 16 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 37 detik.
Pemkab Meranti Dukung Program Enterpreneur Ponpes Darul Fikri
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau, berkomitmen mendukung pendidikan di Pondok Pesantren Darul Fikri. Tak hanya pembangunan infrastruktur, Pemkab Meranti juga mendukung sejumlah program lainnya, seperti program wirausaha yang akan dikembangkan Pompes tersebut.
"Saya tertarik dengan konsep yang dibuat Ponpes Darul Fikri. Selain menciptakan santri penghafal Al-Quran, pembekalan berwirausaha juga bisa membentuk jiwa enterpreneur di dalam diri para santri," ujar Wakil Bupati Meranti, Said Hasyim.
Diakui Said Hasyim, keberadaan Ponpes di atas lahan seluas 3.4 hektar itu, sangat mendukung pengembangan usaha, seperti pertanian, budidaya ikan serta peternakan. Untuk itu, ia memastikan seluruh instansi akan mendukung pengembangan wirausaha di Ponpes Darul Fikri.
"Semua instansi akan mendukung program wirausaha tersebut. Kita akan arahkan dinas untuk membantu usaha, seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga perdagangan," sebut Said Hasyim.
Dia berharap pendidikan agama menjadi nomor satu. Dan, ponpes tersebut nantinya lahir para Hafiz dan Hafizoh di Bumi Tanah Jantan.
"Kita berharap keberadaan Ponpes Darul Fikri, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mampu memperbaiki akhlak generasi muda di Meranti, sehingga terhindar dari hal negatif, seperti bahaya narkoba," harap Wabup.
Sementara itu, Ketua Yayasan Fitrah Madani, Ust. Ahmad Fauzi mengaku terbentuknya Ponpes Darul Fikri didasari atas keinginan untuk menciptakan kader-kader ulama, serta para penghafal Al-Quran, serta memiliki keterampilan dalam berwirausaha.
"Dukungan yang diberikan Pemerintah terhadap program pembangunan dan pendidikan saat ini, memberikan suntikan semangat bagi kami untuk mewujudkan apa yang selama ini kami cita-citakan," ujar Ust. Ahmad Fauzi.
Ia menjelaskan, konsep ponpes tersebut merupakan SMP Islam terpadu, dengan berbagai materi pembelajaran, diantaranya mempelajari kitab kuning, tahfiz Quran. Tak hanya itu, santri juga akan didik untuk berwirausaha. Konsep ini diterapkan supaya santri yang menjalani pendidikan di ponpes ini tak hanya membentuk santri berakhlak mulia, juga mampu mandiri dan berjiwa enterprneur, ketika selesai menjalani pendidikan di pondok pesantren nantinya.
"Untuk tahfiz Quran, kita targetkan minimal bisa hafal sekitar 10 juz. Sementara untuk keahlian berwirausaha, akan kita bekali para santri agar bisa bertani, beternak serta membudidaya ikan," terang Ust. Fauzi.(Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan