Pemkab Imbau Warga Utamakan Keselamatan
Minggu, 23 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 53 detik.
Pemkab Imbau Warga Utamakan Keselamatan
Selatpanjang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan bepergian keluar daerah dapat mengutamakan keselamatan. Caranya dengan tidak memaksakan diri untuk naik ke kapal yang sudah penuh.
Himbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup), Drs H Said Hasym. Ia mengingatkan lebih baik terlambat sampai daripada tidak pernah sampai sama sekali.
“Masyarakat agar dapat lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Lebih baik tidak berangkat atau terlambat, daripada tidak pernah sampai sama sekali (Kecelakaan dilaut karena over kapasitas),” kata dia.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Kelas V Selatpanjang, memprediksi jumlah penumpang pada masa libur Natal 2018 dan tahun baru 2019 meningkat dibandingkan tahun lalu.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang KSOP meningkatkan pengawasan serta melakukan koordinasi dengan penyedia 7 laut untuk menambah armada kapal.
"Tambah enam kapal, empat dumai ekpress, satu batam jet, dan nagaline. Kalau hari biasa yang beroperasi 18 kapal, jadi dalam beberapa hari ini 24 kapal" ucap Plt Kepala KSOP Suharto SSos, Senin (24/12/2018).
Di pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, terpantau ramai lancar. Petugas gabungan, seperti Polisi, Dishub, Pol-PP, Syahbandar, Pelindo serta petugas Kesehatan di Pelabuhan tampak standb di posko terpadu.
"Puncak arus mudik libur Natal terjadi pada H-2 dan H-3 atau pada Sabtu dan Minggu kemarin. Sementara puncak arus mudik libur Tahun Baru diperkirakan pada 27-29 Desember nanti," tambahnya.
Pihak KSOP mencatat, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang meningkat hampir 100 persen jika dibandingkan hari biasa. Biasa, per hari penumpang hanya kisaran 700-800 orang, namun pada Minggu (23/12/2018) mencapai 1.962 orang.
"Jika dibandingkan dengan hari sama tahun lalu, yang berangkat meningkat 14 persen," jelas dia.
Pihaknya terus melakukan peningkatan layanan kepelabuhanan. Sampai saat ini, belum ditemukan kendala yang sangat berarti, kecuali desakan para penumpang yang ingin cepat berangkat.
"Makanya kita berlakukan sistem buka tutup, sehingga lebih teratur," akunya.
Suharto menyebutkan, pihaknya rutin menginformasikan nakhoda terkait cuaca, ketinggian gelombang, dan kecepatan angin. Informasi yang disampaikan itu berdasarkan prakiraan BMKG Pekanbaru.
"Kepada masyarakat yang akan berangkat, kita imbau jangan memaksakan diri jika kapal sudah penuh. Kemudian jangan lupa pakai jaket pelampung, dan tidak merokok dalam kapal. Kemudian, kepada nakhoda kapal diminta pantau prakiraan cuaca melalui BMKG. Penjual tiket juga jangan menjual tiket melebihi kapasitas penumpang yang diizinkan, koordinasi dengan nakhoda kapal," pesan dia. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan