Pemerintah Terus Fasilitasi Kendala Petani Kopi
Minggu, 7 April 2019. Waktu baca 1 menit 43 detik.
Pemerintah Terus Fasilitasi Kendala Petani Kopi
MERANTI - Selain belum dikenal secara meluas di nusantara, pengembangan Kopi Liberika Meranti masih menghadapi berbagai kendala dan permasalahan di lapangan. Meski begitu, pemerintah terus membantu mencarikan solusi terbaik bagi para petani kopi.
Pemateri Kopi dari Kementerian Koperasi dan UKM, Moch. Chair menuturkan bahwa pemerintah sudah sangat peduli, salah satunya dengan memberikan berbagai pelatihan dan bantuan lainnya.
"Kedatangan saya untuk memberikan materi dan review mesin. Ini bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat petani," kata Moch Chair.
Dari hasil orientasi singkat di perkebunan kopi masyarakat Rangsang, dia menyimpulkan ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani. Diantaranya, minimnya sarana prasarana di sentra perkebunan kopi dan terbatasnya pengetahuan.
"Masih kurang peduli terhadap kualitas kopi yang baik, bagaimana pengolahan yang baik agar menghasilkan kopi bermutu tinggi," ujarnya.
Kemudian, kendala lainnya, tingkat promosi dan konsumsi liberika Meranti masih sangat minim baik di Indonesia maupun mancanegara. Padahal sangat berpotensi, tinggal bagaimana menjaga kualitas dan standar mutu yang dibutuhkan pasar.
"Butuh investor besar dan modal kuat untuk membantu agar bisa berkembang dengan baik," sebutnya.
Selain itu, kemampuan dari petani untuk kreatif dalam produksi dan pemasaran juga mempengaruhi. Dengan begitu, harga jual petani dapat meningkat.
"Jangan melulu menunggu pemerintah untuk berbuat. Kalau begini terus, tidak akan berkembang," ujar lelaki yang mendampingi ribuan kelompok kopi di Takengon, Aceh itu.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Rudi Alhasan mengaku saat ini pemerintah kabupaten telah menyiapkan berbagai strategi pengembangan sentra kopi di Pulau Rangsang.
"Ada banyak program yang kita salurkan, mulai dari bantuan bibit hingga mesin-mesin yang dibutuhkan," katanya.
Pihaknya juga membicarakan dengan Moch Chair terkait mesin apa yang cocok dan efektif bagi petani liberika Meranti.
"Diharapkan petani terbantu dan dapat meningkatkan produksi," ungkap Rudi.
Berbagai materi disampaikan dalam pelatihan vokasional kopi bagi petani di Meranti. Mulai dari pemilihan biji kopi bermutu baik, penggunaan pupuk organik, larangan menggunakan racun kimia, penggunaan mesin-mesin hingga menyeduh dan menyajikan kopi dengan baik. Termasuk mengolah limbah kulit kopi menjadi teh yang bernilai ekonomis.
"Sangat banyak ilmu yang kami dapatkan dari pelatihan ini. Kami ucapkan terimakasih pada pemerintah," kata Katimin, salah seorang petani kopi Pulau Rangsang. (humas/016).
Kategori
Topik
Bagikan