Pemerintah Pusat Bangun SIKM di Sungai Tohor Mampu Tampung 1.200 Ton Sagu Basah

Senin, 12 November 2018. Waktu baca 1 menit 51 detik.
image
Pemerintah Pusat Bangun SIKM di Sungai Tohor Mampu Tampung 1.200 Ton Sagu Basah
Selatpanjang - Pemerintah pusat tahun ini menggelontorkan anggaran Rp 18,7 miliar untuk membangun Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur. Proyek tahun jamak itu ditargetkan beroperasi pada 2020 mendatang dan mampu menampung 800 ton hingga 1200 ton sagu basah masyarakat per bulan, Senin (12/11/2108)
 
Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kepulauan Meranti, Rudi Alhasan, S.Ag, mengatakan ratusan ton tepung sagu basah tersebut berasal dari 14 unit pabrik sagu masyarakat sekitar Sentra IKM. Untuk menunjang kualitas tepung produksi, sentra ini dilengkapi dengan instalasi pengolahan air gambut sebagai sumber air bersihnya.
 
"Jika sudah beroperasi, bisa jadi Sentra IKM di Sungai Tohor ini turut menyupai kebutuhan tepung sagu dari luar daerah, mengingat fasilitas yang ada cukup lengkap. Produksinya juga lebih berkualitas," ujar Rudi.
 
Terlebih saat ini permintaan sagu di Meranti mulai meningkat, sedangkan sebagian besar pengusaha tepung sagu kering juga mulai kewalahan memenuhi permintaan pasar. Namun, tujuan utama dibangunnya Sentra IKM bukanlah sekedar memproduksi tepung sagu kering melainkan didesain untuk mengolah hasil sagu masyarakat, mulai hulu hingga ke hilir.
 
"Sentra IKM ini akan mengolah berbagai jenis turunan produk sagu, seperti mie sagu hingga gula sagu. Dengan begitu, pelaku usaha sagu di Meranti tak hanya menghasilkan tepung," ujarnya.
 
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan M.Si belum lama ini meminta industri sagu lokal agar bersiap-siap menghadapi banjirnya permintaan tepung sagu dari luar daerah. Ia mengatakan permintaan sagu nasional akan semakin meningkat dalam waktu beberapa tahun ke depan seiring usulan sejumlah daerah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus Kapassindo) ke pemerintah pusat.
 
"Kita minta pusat menurunkan impor tepung terigu untuk pangan sebanyak 10 persen dari kebutuhan nasional. Respon presiden sangat bagus, saat ini usulan itu sedang dibahas di tingkat pusat," ujar Irwan.
 
Sebagai pengganti kekurangan tepung terigu yang 10 persen tersebut, pemerintah akan menggunakan tepung sagu. Tepung impor hasil olahan biji gandum tersebut akan dioplos dengan tepung sagu produksi lokal. 
 
"Saat ini impor tepung terigu nasional untuk pangan mencapai 8 juta ton lebih per tahun. Jika 10 persen dari total impor terigu dioplos dengan sagu, pasti akan berdampak besar pada petani sagu di seluruh Indonesia," ujar Irwan yang juga menjabat Ketua Fokus Kapassindo (MC Meranti/Humas/Na)
 
 
 
 
 

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti