Pembuatan Souvenir Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Senin, 12 Agustus 2019. Waktu baca 2 menit 22 detik.
image
Pembuatan Souvenir Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

MERANTI – Sebagai daerah yang sudah memiliki agenda wisata setiap tahunnya, perlu selaraskan dengan munculnya produk oleh-oleh lokal. Salah satunya souvenir.

Agar masyarakat bisa termotvasi dalam membuat dan mengembangkan produk souvenir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti melaksanakan Pelatihan Pembuatan Souvernir se-Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2019. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari di AKA Hotel Meranti, yakni mulai 5- dan ditutup 7 Agustus 2019.

Kegiatan ini dilakukan sebagai pembinaan dan pelatihan usaha Ekonomi Kreatif (E-Kraf) berbasis media, desain dan Iptek pada sub sektor desain fashion dan ekonomi kreatif. Sebanyak 30 peserta dari sembilan kecamatan mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan souvernir ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan 2 (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat SStp MSi, mengatakan bahwa kegiatan pembinaan yang digelar tersebut sangat positif bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya pada sub sektor fashion dan ekonomi kreatif.

"Karena, para pelaku usaha ini banyak ditemukan khususnya di Kabupaten Meranti. Sehingga peluang usaha dalam ekonomi ini sangat besar. Intinya, kegiatan ini diadakan agar para pengusaha di Meranti bisa berkembang setaraf internasional dan bisa mengembangkan hasil kerajinan tangan lainnya. Inilah harapan saya agar bisa maju dalam usaha di bidang ekonomi kreatif," harapnya.

Adapun materi yang disampaikan diantaranya tentang wirausaha, motivasi, permodalan, pemasaran, praktik menggambar, mengukur, membuat pola hingga pembuatan souvernir kerajinan tangan.

Aziz, selaku Kasi Ekonomi Kreatif mengatakan kegiatan rutin ini dilakukan untuk mengambil kesempatan untuk para pengusaha yang ada di Meranti agar maju dalam usaha kreatif kedepan nantinya.  Dijelaskannya, kegiatan pembinaan ini dilakukan untuk menambah ilmu dan pengalaman bagi para desainer dan kreatif yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

"Harapan saya kegiatan ini Insy Allah bisa rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tema dan nara sumber yang berbeda," harapnya.

Aziz menambahkan, setelah pelatihan ini diadakan ia berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat membuka hasil usaha sendiri. "Dengan adanya pelatihan ini dibidang masing-masing dalam usaha untuk membangkitkan lagi nilai seni kerajinan tangan bagi para pengusaha dibidang E-Kraf," ungkapnya.

Sementara itu, Ike Ahmad yang akrab disapa Mami selaku narasumber selama kegiatan itu berlangsung mengatakan, pembuatan souvenir itu dibuat dari tempurung dan dibantu oleh mesin.

"Mengapa kita memilih bahan tempurung sebagai bahan baku, karena ia mudah untuk di dapati sehingga di kecamatan-kecamatan luar dari tebingtinggi lebih banyak dan berlimpah hingga mudah untuk didapati," tutur Mami.

Mami menggambarkan, mesin yang digunakan dalam mendukung pembuatan souvenir ini harganya terjangkau. Mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Dengan harga terjangkau tersebut oleh para kelompok dapat dengan mudah membelinya.

"Dengan harga yang cukup terjangkau, kami berharap setelah pulang dari pelatihan ini mereka bisa membeli peralatannya dan mulai memproduksi souvenir pada setiap daerah masing-masing. Sehingga bisa berkembang luas kepada masyarakat," harap Mami.

Ia juga mengharapkan pihak Disparpora untuk menyurati setiap hotel-hotel yang ada di Kepulauan Meranti untuk menyediakan etalase tempat pamajangan produk kerajinan local. Selain itu, ia juga menginginkan seluruh peserta nantinya setelah berproduksi didaerah masing-masing memanfaatkan media daring dan medsos untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas. (humas/004

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti