Pelaku UKM Harus Kreatif dan Inovatif
Jumat, 5 April 2019. Waktu baca 1 menit 20 detik.
Pelaku UKM Harus Kreatif dan Inovatif
MERANTI - Untuk mampu bersaing dalam dunia usaha, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi baru dalam upaya pengembangan. Hal tersebut merupakan suatu keharusan guna menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rudi Alhasan mengimbau para pelaku usaha di wilayahnya untuk terus meningkatkan kemampuan promosi dan pemasaran.
"Saat ini banyak cara yang bisa dilakukan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi yang ada dan menciptakan sesuatu yang baru," kata Rudi.
Dia mencontohkan, di era digital seperti saat ini, penggunaan platform media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk-produk yang dihasilkan.
"Selain kerja keras dan keseriusan, mencoba hal-hal yang baru juga berpengaruh besar terhadap bertahan atau tidaknya suatu usaha," jelasnya.
Menurutnya, dunia wirausaha bisa dibagi dalam tiga jenis atau tipe. Ada yang membuka usaha karena desakan ekonomi, kemudian karena ikut-ikutan bisnis yang sedang tren. Sedangkan yang ketiga yaitu jenis wirausaha yang berinovasi bisnis baru.
"Yang paling baik adalah wirausaha yang inovatif. Selain tidak banyak saingan juga mampu memperkaya jenis usaha yang ada," sebut Rudi.
Pendamping Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Farendra menambahkan saat ini dunia UKM cukup menggeliat. Hanya saja ada beberapa kesalahan yang dilakukan para pelaku usaha pemula sehingga sulit untuk bertahan.
"Karena tidak direncanakan dengan matang banyak yang harus gulung tikar," ujarnya.
Misalkan, kata Faren, pelaku usaha kerajinan tangan yang menggunakan bahan baku pohon Jabon. Sedangkan pohon tersebut susah didapatkan di Kepulauan Meranti dan harus didatangkan dari luar daerah.
"Biaya produksi jadi tinggi, ini akan menyulitkan wirausaha pemula. Akhirnya berhenti, walaupun produk tersebut cukup berpotensi untuk dipasarkan," tutur Faren. (humas/016)
Kategori
Topik
Bagikan