BPBD Berjibaku Padamkan Karlahut di Tiga Wilayah

Rabu, 13 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 31 detik.
image
BPBD Berjibaku Padamkan Karlahut di Tiga Wilayah

MERANTI – Walaupun dengan keterbatasan personil dan peralatan, namun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap berupaya memadamkan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang terjadi ditiga wilayah sekaligus. Untungnya mereka juga dibantu dari TNI, Kepolisian dan Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), M Edy Aprizal merincikan saat ini tiga wilayah yang sedang terbakar yakni, Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Desa Tenggayun Raya Rangsang Pesisir dan Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang. Ia mengaku belum bisa menghitung luas lahan yang terbakar. Namun dipastikan lahan yang terbakar terdiri dari semak belukar dan kebun sagu.

 

"Saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Anggota kita dengan dibantu dari TNI, Kepolisian dan masyarakat setempat masih berjibaku dilapangan," ungkapnya, Rabu (13/2/2019).

 

Edy Aprizal membeberkan Karlahut di Desa Lukun sudah terjadi sejak 3 hari lalu. Sementara dua Desa lagi sudah berlangsung selama 2 hari.

 

Menurutnya keterbatasan personil dan peralatan menjadi kendala. Ditambah lagi musim kemarau dan angin kencang.

 

"Secara bersamaan tiga Daerah terbakar. Sementara seluruh anggota sebanyak 30 orang sudah kita bagi untuk memadamkan api. Termasuk peralatan, juga terpaksa dibagi tiga. Sehingga peralatan dilapangan tidak maksimal," kata dia.

 

Meski terbatas, namun BPBD terus mengupayakan agar Karlahut tidak meluas. Apalagi kondisi lahan bergambut.

 

“Anggota kita membuat sekat bakar agar Karlahut tiak meluas,” kata dia.

 

Saat ini BPBD hanya fokus bagaimana melokalisir dan memadamkan api. Sementara penyebab kabakaran masih belum diketahui.

 

Ia juga memastikan kebakaran hanya terjadi terhadap lahan saja dan tidak merambah kepemukiman warga.

 

“Kita menjaga agar api tidak membesar. Sehingga lahan yang terbakar tidak meluas. Apalagi sampai kepemukiman warga,” kata dia.

 

Ia berharap agar hujan bisa segera turun. Sehingga api bisa dipadamkan.

 

"Kita berharap agar hujan turun. Jika tidak, maka akan sulit sekali memadamkan api ini," akunya. (humas/017)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti