Nirwana Sari : Emak-emak Harus Melek DBD

Senin, 4 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 30 detik.
image
Nirwana Sari : Emak-emak Harus Melek DBD

MERANTI--Antisipasi serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2019, perlu langkah sosialisasi yang intens di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan ibu rumah tangga (emak-emak). Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kepulauan Meranti, Nirwana Sari, Jumat (1/02/2019).

Menurutnya, penanganan DBD harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk, perlu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air,  serta hindari gigitan nyamuk.

"Disinilah peran emak-emak, bagaimana menerapkan kebiasaan hidup bersih, dan mampu menjadi juru pemantau jentik (Jumantik) minimal di lingkungan rumah tangga masing-masing," terang Nirwana.

Sebagai ketua TP PKK dan pembina organisasi Dharma Wanita, ia juga menginstruksikan agak kader PKK dan Dharma Wanita, ikut menjadi bagian dalam pemberantasan penyebaran demam berdarah. Masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari serangan DBD.

"Jika seluruh kader PKK dan Dharma Wanita bergerak dilingkungan masing-masing, tentunya sosialisasi tersebut akan masif di tengah-tengah masyarakat, terutama kalangan emak-emak" pungkas Nirwana.

Meski masih diawal tahun, namun sejumlah upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti, guna menurunkan angka kasus demam berdarah.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Muhammad Fahri, mengatakan musim pancaroba, merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Pasalnya kondisi tersebut sangat mendukung, perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypte yang merupakan nyamuk pembawa virus demam berdarah.

"Tak hanya menjaga kebersihan, masyarakat juga harus mengubur benda-benda yang bisa menjadi tempat bertelurnya nyamuk," terang Fahri.

Sisi lain, Dinkes Meranti terus mengoptimalkan sosialisasi ke masyarakat. Seluruh Puskesmas diwajibkan terus mengedukasi warganya, serta membagi-bagikan bubuk abate secara gratis untuk membunuh jentik. Peran juru pemantau Jentik (Jumantik) juga diintensifkan guna membasmi perkembangbiakan nyamuk.

"Petugas Jumantik mempunyai peranan yang vital dalam mengeliminasi sarang nyamuk. Kedepan kita berharap peran emak-emak, disetiap lingkungan keluarga mampu menjadi petugas jumantik di rumahnya masing-masing," harap Fahri.(Humas/006).

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti